Intel Rusia: AS Terus Rekrut Teroris ISIS untuk Berperang di Ukraina
Rabu, 18 Mei 2022 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut sumbernya, pangkalan ini dan daerah sekitarnya telah berubah menjadi semacam "pusat" teroris, di mana hingga 500 militan ISIS dan jihadis lainnya dapat "dilatih kembali" secara bersamaan.
Baca juga: Bella Hadid Tuntut Pembunuh Jurnalis Shireen Diadili saat Dunia Bungkam
SVR mengklaim bulan lalu 60 militan ISIS, yang telah dibebaskan dari penjara yang dikendalikan Kurdi Suriah, dipindahkan ke al-Tanf “dengan maksud untuk selanjutnya dipindahkan ke wilayah Ukraina.”
SVR menjelaskan, “Selama kursus pelatihan di al-Tanf para militan diinstruksikan tentang cara menggunakan sistem rudal anti-tank, drone pengintai dan serangan, komunikasi canggih dan peralatan pengawasan.”
Menurut pendapat SVR, “Data ini menegaskan Amerika Serikat siap menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan geopolitiknya, tidak terkecuali mensponsori kelompok teroris internasional.”
Dinas intelijen Rusia menyimpulkan pemerintah Amerika tidak mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan semacam itu. “Bahkan ketika menyangkut ancaman terhadap keamanan sekutu Eropa dan bahkan terhadap kehidupan rakyat Amerika,” papar intelijen Rusia.
Baca juga: Bella Hadid Tuntut Pembunuh Jurnalis Shireen Diadili saat Dunia Bungkam
SVR mengklaim bulan lalu 60 militan ISIS, yang telah dibebaskan dari penjara yang dikendalikan Kurdi Suriah, dipindahkan ke al-Tanf “dengan maksud untuk selanjutnya dipindahkan ke wilayah Ukraina.”
SVR menjelaskan, “Selama kursus pelatihan di al-Tanf para militan diinstruksikan tentang cara menggunakan sistem rudal anti-tank, drone pengintai dan serangan, komunikasi canggih dan peralatan pengawasan.”
Menurut pendapat SVR, “Data ini menegaskan Amerika Serikat siap menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan geopolitiknya, tidak terkecuali mensponsori kelompok teroris internasional.”
Dinas intelijen Rusia menyimpulkan pemerintah Amerika tidak mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan semacam itu. “Bahkan ketika menyangkut ancaman terhadap keamanan sekutu Eropa dan bahkan terhadap kehidupan rakyat Amerika,” papar intelijen Rusia.
Lihat Juga :