Dua Kapal Induk AS Bermanuver di Laut Filipina, Waswas Konflik dengan China
Senin, 22 Juni 2020 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan bekerja sama dalam lingkungan ini, kami meningkatkan keterampilan taktis dan kesiapan kami dalam menghadapi wilayah yang semakin bertekanan," ujar komandan CSG 9, Laksamana Muda Doug Verissimo.
Waswas Konflik
Sementara itu, China memperingatkan bahwa aktivitas militer AS di Asia-Pasifik termasuk pelanggaran berulang-ulang ke perairan teritorial China di China Selatan dapat meningkatkan kemungkinan konflik antara Angkatan Laut Washington dan Angkatan Laut Beijing. (Baca juga: Punya Rudal Anti-Kapal, China Tak Takut 3 Kapal Induk AS )
Peringatan ini muncul dalam laporan China's National Institute for South China Sea Studies (CNISCSS) yang akan dirilis hari Selasa, namun telah dikutip media pemerintah China hari Minggu.
Laporan CNISCSS merinci kebijakan keamanan, kehadiran dan penyebaran militer, kegiatan militer AS baru-baru ini dan hubungan keamanan di wilayah tersebut. "Ini berfokus pada perubahan yang dibawa oleh kembalinya AS ke kompetisi kekuatan besar Perang Dingin ke hubungan militer China-AS," bunyi abstraksi laporan CNISCSS yang dikirim ke media pemerintah China, Global Times.
Waswas Konflik
Sementara itu, China memperingatkan bahwa aktivitas militer AS di Asia-Pasifik termasuk pelanggaran berulang-ulang ke perairan teritorial China di China Selatan dapat meningkatkan kemungkinan konflik antara Angkatan Laut Washington dan Angkatan Laut Beijing. (Baca juga: Punya Rudal Anti-Kapal, China Tak Takut 3 Kapal Induk AS )
Peringatan ini muncul dalam laporan China's National Institute for South China Sea Studies (CNISCSS) yang akan dirilis hari Selasa, namun telah dikutip media pemerintah China hari Minggu.
Laporan CNISCSS merinci kebijakan keamanan, kehadiran dan penyebaran militer, kegiatan militer AS baru-baru ini dan hubungan keamanan di wilayah tersebut. "Ini berfokus pada perubahan yang dibawa oleh kembalinya AS ke kompetisi kekuatan besar Perang Dingin ke hubungan militer China-AS," bunyi abstraksi laporan CNISCSS yang dikirim ke media pemerintah China, Global Times.
(min)
Lihat Juga :