Putin: Biolab AS di Negara-negara Pasca-Soviet Pelajari Pola Penyebaran Virus

Senin, 16 Mei 2022 - 22:01 WIB
loading...
Putin: Biolab AS di...
Sejumlah orang berada di laboratorium dengan bahan-bahan berbahaya. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Militer Rusia menemukan bukti Amerika Serikat (AS) melakukan eksperimen dengan berbagai virus di laboratorium biologi di wilayah Ukraina.

Dokumen-dokumen itu ditemukan di laboratorium yang disita sebagai bagian dari operasi militer khusus Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tujuan utama dari laboratorium biologi yang didanai AS di wilayah bekas republik soviet adalah untuk mengumpulkan bahan biologis dan mempelajari pola penyebaran virus.

Baca juga: Di Tengah Peringatan Rusia, AS Siap Beri Dukungan Militer ke Swedia dan Finlandia

Dia menambahkan Rusia telah memperoleh, dalam operasi militer khusus di Ukraina, dokumen yang membuktikan laboratorium ini telah terlibat dalam produksi komponen yang dapat digunakan untuk membuat senjata biologis.

Baca juga: Rusia Nasionalisasi Aset Lokal Produsen Mobil Prancis Renault

“Kami telah lama menyatakan keprihatinan tentang aktivitas laboratorium biologi AS di wilayah pasca-Soviet. Seperti yang Anda ketahui, Pentagon telah mendirikan lusinan laboratorium dan pusat biologi khusus di wilayah tersebut. Dan laboratorium ini tidak sibuk memberikan bantuan medis kepada populasi negara, di mana mereka meluncurkan operasi mereka," ujar Putin.

Baca juga: Korea Utara Kerahkan Militer untuk Perangi Pandemi

Presiden menambahkan laboratorium buatan AS juga terlibat dalam mengerjakan metode dan sarana untuk mengacaukan situasi epidemiologis di wilayah bekas Uni Soviet.

Putin menekankan bahwa itu adalah pelanggaran langsung terhadap Konvensi Senjata Biologis.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Wakil Gubernur Makkah...
Wakil Gubernur Makkah Pimpin Pencucian Ka'bah, Begini Urutan Prosesinya
Rekomendasi
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved