Dewan HAM Gelar Debat Soal Rasisme dan Kebrutalan Polisi, AS Kesal

Minggu, 21 Juni 2020 - 23:41 WIB
loading...
Dewan HAM Gelar Debat...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengecam keputusan Dewan HAM PBB untuk menggelar debat mengenai rasisme dan kebrutalan polisi di AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam keputusan Dewan HAM PBB untuk menggelar debat mengenai rasisme dan kebrutalan polisi di AS. Debat itu digelar atas permintaan negara-negara Afrika.

Pompeo, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (21/6/2020), mengatakan, debat yang dilakukan pekan lalu tersebut, tentang kebijakan dan rasisme di AS menandai titik terendah baru untuk badan tersebut.

( Baca juga: PBB Bentuk Penyelidikan Rasisme Setelah Kematian George Floyd )

"Wacana kewarganegaraan kami yang kuat dan berkelanjutan merupakan tanda kekuatan dan kedewasaan demokrasi kita. Kami benar untuk meninggalkan lelucon ini dari forum "HAM" yang terdiri dari Venezuela dan baru-baru ini, Kuba dan China," ucap Pompeo.

"Orang Amerika bekerja melalui masalah sosial yang sulit secara terbuka, mengetahui kebebasan mereka dilindungi oleh Konstitusi dan aturan hukum yang kuat," sambungnya, dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya.

Dia lalu mengatakan, jika Dewan HAM jujur, mereka seharusnya mengakui kekuatan demokrasi Amerika dan mendesak rezim otoriter di seluruh dunia untuk menjadikan demokrasi Amerika sebagai contoh.

"Dan, untuk mengelola negara mereka dengan standar akuntabilitas dan transparansi yang sama tinggi yang kita orang Amerika terapkan pada diri kita sendiri," tukasnya.

( Baca juga: Soal Berburu, Jangan Anggap Remeh Abu Nawas )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Uruguay Tersandera Dokumen...
Uruguay Tersandera Dokumen Pesawat, FIFA dan Maskapai Saling Lempar Tanggung Jawab
Berita Terkini
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved