Tentara Israel Tembak Mati Jurnalis Shireen Abu Akleh, Begini Kemarahan Dunia

Kamis, 12 Mei 2022 - 12:30 WIB
loading...
A A A
Djibouti

Kementerian Luar Negeri Djibouti mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negaranya mengutuk pembunuhan pasukan pendudukan Israel terhadap jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh, sambil mengakui perannya yang menonjol dalam melaporkan pemukiman Israel dan agresi terhadap warga Palestina.

Inggris Raya

Neil Wigan, duta besar Inggris untuk Israel, mengatakan di Twitter: “Wartawan harus diizinkan untuk bekerja dengan aman dan bebas. Saya mendesak penyelidikan yang cepat, menyeluruh dan transparan.”

China

Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan: "Kami terkejut dan sangat menentang tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang bertugas dan melakukan pekerjaan mereka, kami berharap peristiwa relevan seperti itu ditangani sesuai dengan hukum dan keadilan."

Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengutuk keras pembunuhan Abu Akleh dan mengatakan itu menunjukkan sejauh mana Israel bersedia untuk mencegah media melaporkan penindasan terhadap Palestina.

Dia juga meminta organisasi internasional dan perwakilan media global untuk menyelidiki masalah ini dan memastikan rezim Zionis bertanggung jawab atas kejahatan tersebut. Dia menambahkan bahwa tawaran Israel untuk menyelidiki tidak memiliki kredibilitas.

Belgia

Kementerian Luar Negeri Belgia mengutuk pembunuhan Abu Akleh.

"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada orang yang dicintainya dan menyerukan penyelidikan cepat dan ketat," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Human Rights Watch

Omar Shakir, direktur Israel dan Palestina untuk Human Rights Watch, mengatakan pembunuhan itu adalah bagian dari pendekatan sistematis Israel terhadap jurnalis yang meliput pendudukan.

“Ini, tentu saja, bukan peristiwa satu kali, kita tahu bahwa pasukan Israel secara sistematis telah menggunakan kekuatan yang berlebihan. Ini adalah peristiwa yang perlu dipahami dalam konteks praktik sistemik ini dan pembunuhan banyak jurnalis Palestina lainnya,” katanya.

Federasi Jurnalis Internasional

Kelompok hak media global, Federasi Jurnalis Internasional, mengecam keras pembunuhan itu dan menuntut "penyelidikan segera".

Reporters Without Borders

Christophe Deloire, Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal Reporters Without Borders (RSF), menulis di Twitter bahwa pembunuhan Abu Akleh merupakan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa yang mengamanatkan perlindungan warga sipil, dan resolusi Dewan Keamanan PBB 2222 tentang perlindungan wartawan.

National Union of Journalists

National Union of Journalists (NUJ), yang mewakili jurnalis di Inggris dan Irlandia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka terkejut dengan pembunuhan itu dan menyerukan penyelidikan cepat untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

“Serangan terhadap jurnalis Palestina di Israel telah dikutuk oleh NUJ dan Federasi Jurnalis Internasional dan tindakan harus diambil oleh otoritas Israel untuk memastikan keselamatan dan perlindungan jurnalis di negara itu,” kata NUJ.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved