Warga Super Kaya AS Berburu Paspor Emas di Negara Lain, Ini Alasannya

Selasa, 10 Mei 2022 - 12:25 WIB
loading...
A A A
"Kami melihat program ini sebagai polis asuransi," papar Ezzedeen Soleiman, Managing Partner dari grup serupa, Latitude.

"Kami memiliki beberapa miliarder yang mendekati kami dan bertanya di mana tempat terbaik untuk tinggal jika ada bencana iklim, atau jika ada badai lain, atau pandemi global lainnya," ujar dia.

Menurut Soleiman, satu tujuan tertentu tampaknya memiliki daya tarik khusus bagi warga Amerika Serikat dengan kekayaan selangit yang kecewa dengan apa yang terjadi di AS atau tidak melihat peluang yang pernah mereka lihat di AS yakni Portugal.

"Portugal adalah California berikutnya untuk warga Amerika yang melihat kewarganegaraan Eropa sebagai rencana warisan untuk keturunan mereka,” papar dia, mengutip biaya yang relatif rendah sebesar USD200.000 dan relatif mudahnya bepergian oleh warganya di Eropa.

Orang asing kaya yang ingin memperoleh kewarganegaraan di AS telah lama menggunakan metode serupa, visa EB-5, yang memungkinkan mereka menginvestasikan lebih dari USD900.000 di AS sehingga bisa melompat ke garis depan imigrasi yang sangat padat.

Namun di tengah kekecewaan yang semakin besar terhadap prospek ekonomi masa depan AS, tidak heran mengapa penasihat keuangan dan pakar mengatakan banyak orang kaya semakin mencari di tempat lain.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved