AS Akan Ikut Perangi Penangkapan Ikan Ilegal di Pasifik

Selasa, 10 Mei 2022 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Campbell berbicara menjelang rencana kunjungan Presiden Joe Biden pada 20-24 Mei ke Korea Selatan dan Jepang yang akan mencakup pertemuan di Tokyo dari kelompok negara-negara Quad - Australia, India, Jepang dan AS - yang telah meningkatkan kerja sama dalam menghadapi Ketegasan China semakin meningkat.

Baca: Sepanjang 2021, KKP Tangkap 167 Kapal Pencuri Ikan di Perairan Indonesia

Menurut Campbell, AS sedang melihat kemampuan yang akan terus melacak pengiriman, ketika kapal yang menangkap ikan secara ilegal mematikan pengenal elektronik. Dia mengatakan, sejumlah negara sedang meningkatkan upaya dengan kapal patroli dan pelatihan.

Penjaga Pantai AS mengatakan, penangkapan ikan ilegal telah melampaui pembajakan sebagai ancaman keamanan maritim global utama, dan berisiko meningkatkan ketegangan di antara negara-negara yang bersaing untuk mendapatkan stok ikan yang dieksploitasi secara berlebihan. AS juga telah meminta China untuk melakukan kontrol yang lebih bertanggung jawab atas kapal-kapalnya.

Campbell juga mengatakan, Washington perlu berbuat lebih banyak untuk membantu Kepulauan Solomon. Ia memimpin delegasi AS ke negara Kepulauan Pasifik bulan lalu. Setelah itu Gedung Putih mengatakan Washington akan memiliki "keprihatinan yang signifikan dan menanggapi sesuai" untuk setiap langkah untuk membangun kehadiran permanen militer China di sana.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Pemakaman Ali Khamenei...
Pemakaman Ali Khamenei Disesaki Jutaan Pelayat, 50 Ribu Orang Jalani Perawatan Medis
Pesawat Boeing 737 Hilang...
Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Laut Arab, Diduga Jatuh
Rekomendasi
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
Demi Film Baru, Davina...
Demi Film Baru, Davina Karamoy Rela Potong Rambut yang Dipanjangkan 6 Tahun
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
Berita Terkini
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved