Begini Cara Hentikan Putin Gunakan Senjata Nuklir Taktis di Ukraina

Senin, 09 Mei 2022 - 09:44 WIB
loading...
A A A
“Kita tidak bisa membiarkan diri kita sendiri karena dia akan menembakkan empat atau lima senjata nuklir taktis yang akan menjadi penggunaan pertama senjata nuklir dan seterusnya. Dia akan melakukan itu. Tidak hanya untuk efek medan perang, tetapi untuk menakut-nakuti Amerika Serikat dan NATO dan menyebabkan kami mundur dari [memberikan] dukungan," katanya.

"Hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk Vladimir Putin adalah mengatakan, 'tidak peduli apa yang Anda lakukan, Anda akan kalah. Dan kami akan menerapkan kebijakan untuk memastikan Anda kalah'."

Clark meramalkan bahwa jika pada musim panas, Ukraina belum menerima pasokan cukup dari AS, seperti sistem roket artileri mobilitas tinggi, pasukan Kiev akan dikalahkan oleh pasukan Rusia.

"Tidak ada strategi perang panjang yang mungkin bagi Ukraina," katanya. "Mereka memiliki jendela peluang di musim panas untuk mengusir Rusia jika mereka diberi dukungan yang tepat," paparnya.

Jika Ukraina tidak dilengkapi senjata dengan benar, katanya, Rusia akan memobilisasi pasukan,dan China akan dibebaskan untuk berbuat lebih banyak untuk membantu Moskow.

"Jadi strategi perang panjang tidak benar-benar bekerja untuk Ukraina. Amerika Serikat perlu melipatgandakan upayanya untuk memasukkan peralatan militer ke Ukraina sekarang," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Berita Terkini
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved