Media AS Klaim Putin Akan Jalani Operasi Kanker, Serahkan Kekuasaan ke Patrushev

Selasa, 03 Mei 2022 - 12:18 WIB
loading...
Media AS Klaim Putin...
Foto Presiden Rusia Vladimir Putin berpegangan pada meja saat berbicara dengan menterinya memicu spekulasi media Barat bahwa dia sedang sakit. Foto/Kremlin.ru
A A A
NEW YORK CITY - Media Amerika Serikat (AS) mengeklaim Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjalani operasi kanker dan untuk sementara akan menyerahkan kekuasaan kepada Sekretaris Dewan Keamanan, Nikolai Patrushev.

Klaim itu diterbitkan New York Post dengan mengutip saluran Telegram "General SVR" yang disebut-sebut dioperasikan mantan letnan jenderal badan intelijen luar negeri Rusia dengan nama samaran "Viktor Mikhailovich".

"Operasi dan pemulihan yang diantisipasi diharapkan melumpuhkan Putin untuk waktu yang singkat," bunyi laporan tersebut.

Mengacu pada penampilan sakit-sakitan dan perilaku gelisah yang tidak seperti biasanya dari Putin di depan umum belakangan ini, laporan New York Post mengatakan bahwa Presiden Rusia telah dirumorkan menderita kanker dan sejumlah penyakit serius lainnya, termasuk Parkinson.

Baca juga: Bikin Gempar, Menlu Rusia Sebut Adolf Hitler Berdarah Yahudi

Namun, Pentagon mengatakan bahwa laporan media seperti itu tidak dapat diverifikasi. Kremlin selalu menyangkal laporan yang meremehkan kesehatan Presiden Vladimir Putin.

"Saya tidak melihat apa pun yang dapat membantu kami menguatkan hal itu," kata juru bicara Pentagon John Kirby pada hari Senin (2/5/2022).

Posting Telegram "General SVR" menambahkan, beberapa hari yang lalu, Putin diduga melakukan percakapan "dari hati ke hati" selama dua jam dengan Nikolai Patrushev.

"Kami tahu bahwa Putin memberi isyarat kepada Patrushev bahwa dia menganggapnya sebagai satu-satunya sekutu dan teman tepercayanya di pemerintahan," bunyi posting tersebut.

"Selain itu, presiden berjanji bahwa jika kesehatannya memburuk, kendali negara yang sebenarnya untuk sementara akan jatuh ke tangan Patrushev," lanjut posting Telegram "General SVR".

"Patrushev benar-benar penjahat. Dia tidak lebih baik dari Vladimir Putin. Selain itu, dia lebih licik, dan saya akan mengatakan, orang yang lebih berbahaya daripada Vladimir Putin. Jika dia berkuasa, masalah Rusia hanya akan berlipat ganda," imbuh admin Telegram tersebut, yang mengeklaim memiliki sumber di jaringan internal Kremlin.

Dewan Keamanan Rusia, di mana Patruchev adalah sekretarisnya, adalah badan berpengaruh yang menjawab langsung ke Putin dan mengeluarkan panduan tentang masalah militer dan keamanan di Rusia.

Sebagian besar kekuasaan dewan dipegang oleh Patrushev, yang secara luas dipandang sebagai sekutu setia Putin.

Menurut Moscow Times, seperti Putin, Patrushev adalah agen intelijen karier Rusia, pertama dengan KGB Soviet, kemudian dengan FSB Rusia.

Pekan lalu, dalam sebuah wawancara langka dengan surat kabar Rusia yang dikelola pemerintah, Rossiyskaya Gazeta, Patrushev menuduh Amerika dan Eropa mendukung ideologi neo-Nazi di Ukraina dan berusaha untuk menarik konflik keluar "ke Ukraina".

"Menggunakan antek mereka di Kiev, Amerika, dalam upaya untuk menekan Rusia, memutuskan untuk membuat antipode negara kita, dengan sinis memilih Ukraina untuk ini, mencoba untuk membagi pada dasarnya satu orang," katanya.

Pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Rusia telah mengemuka dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah ia terlihat memegang meja dengan erat selama pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu bulan lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Berita Terkini
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved