Pangeran Senior: Arab Saudi Dikecewakan setelah Percaya pada AS

Selasa, 03 Mei 2022 - 10:08 WIB
loading...
A A A
“Kami selalu menganggap hubungan kami dengan AS sebagai hal yang strategis,” katanya tentang pertanyaan apakah banyak orang Saudi merasa mereka telah dikhianati oleh salah satu sekutu terdekat mereka.

“Kami mengalami pasang surut selama bertahun-tahun dan mungkin, saat ini, ini adalah salah satu penurunan, terutama karena presiden AS, dalam kampanye pemilunya, mengatakan bahwa dia akan menjadikan Arab Saudi paria. Dan, tentu saja, dia melanjutkan untuk mempraktikkan apa yang dia khotbahkan: Pertama-tama, dengan menghentikan operasi gabungan yang dilakukan Amerika dengan Kerajaan [Arab Saudi] dalam menghadapi tantangan pemberontakan yang dipimpin Houthi di Yaman melawan rakyat Yaman," paparnya, yang dilansir Senin (2/5/2022).

"Dan, kedua, di antara tindakan serupa lainnya, dengan tidak bertemu dengan (Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman) dan secara terbuka menyatakan bahwa dia tidak akan bertemu dengan Putra Mahkota, dan, pada satu tahap, menarik baterai rudal anti-pesawat dari Kerajaan ketika kami berada menghadapi peningkatan serangan oleh Houthi menggunakan peralatan Iran seperti rudal dan drone," lanjut dia.

Menunjukkan bahwa Arab Saudi “sepanjang waktu telah menyerukan solusi damai untuk konflik Yaman", Pangeran Turki mengatakan: “Sayangnya Houthi selalu tidak menanggapi seruan itu atau mengabaikannya atau menentangnya. Dan, seperti yang kita lihat sekarang, seharusnya ada gencatan senjata yang ditetapkan oleh PBB, tetapi Houthi terus melanggar gencatan senjata itu dan memanfaatkan gencatan senjata untuk memposisikan kembali pasukan mereka dan mengisinya kembali.”

“Jadi, pada dasarnya beginilah situasinya sampai pada tahap ini,” katanya, merujuk pada keadaan hubungan AS-Saudi saat ini.

"Saya harap kita bisa mengatasinya seperti kita mengatasi begitu banyak kemerosotan sebelumnya dalam hubungan."

Di hadapannya, Washington tampaknya cukup bersemangat untuk menjaga saluran komunikasinya dengan Riyadh terbuka dengan panggilan telepon dan kunjungan pejabat tetapi, menurut Pangeran Turki, “itu bukan hanya satu hal.”

"Ini adalah suasana umum dan Amerika, misalnya, telah menyatakan, atau pejabat Amerika telah menyatakan, bahwa mereka mendukung Arab Saudi dan akan membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari agresi luar dan seterusnya. Kami berterima kasih atas pernyataan itu, tetapi kami perlu melihat lebih banyak dalam hal hubungan antara kedua kepemimpinan," kata Pangeran Turki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved