Profil Omar Mokhtar, Ulama dan Pejuang Kemerdekaan Libya yang Dihukum Gantung oleh Italia

Jum'at, 29 April 2022 - 16:20 WIB
loading...
A A A
Baca juga: China dan Iran Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer

Pada saat usia Omar mencapai 37 tahun, dia dikirim ke Chad untuk bergabung bersama pasukan Senussi dalam melawan perlawanan penjajah Prancis. Dia diangkat menjadi Kepala Zawiyat Al-Qusour setelah kematian Al-Mahdi pada 1902.

Ketika Italia menginvasi Libya pada tahun 1911, gerakan tersebut mengalihkan perlawanan di Chad ke Libya. Dibawah slogan ‘Kita Menang atau Mati!’ Omar memulai kampanye gerilya untuk melawan pasukan Italia yang rentan terhadap penyergapan di daerah gurun yang tidak dikenal. Selain itu, dia juga mendapat dukungan dari warga lokal dalam bentuk pasukan, makanan, hingga persediaan lainnya.
Pasukan Italia tak bisa mengalahkan pasukan Omar secara taktis. Namun, pada akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya, pasukan Italia berhasil menangkapnya pada 11 September 1931. Dia diadili tiga hari kemudian dan dijatuhi hukuman mati dengan digantung.

Baca juga: Israel Tangkap dan Hancurkan Kapal 6 Nelayan Palestina di Lepas Pantai Gaza

Tepat pada 16 September 1931, Omar Mokhtar dieksekusi didepan para pendukungnya di kamp konsentrasi Suluq, selatan Benghazi. Secara simbolis, setidaknya eksekusi ini bisa mengakhiri perlawanan Senussi terhadap penjajahan Italia di Libya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Lebanon Rugi Rp72 Triliun...
Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi
Rekomendasi
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Zico Ngamuk, FIFA Tuding...
Zico Ngamuk, FIFA Tuding Selamatkan Messi
Jungkook BTS Terciduk...
Jungkook BTS Terciduk Jalan Bareng Wanita Berambut Pirang, Sosoknya Bikin ARMY Ngakak
Berita Terkini
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved