Dor! Dua Polisi Selandia Baru Ditembak, Satu Tewas
Jum'at, 19 Juni 2020 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Setelah insiden itu, perburuan diluncurkan dan sekolah-sekolah di daerah tersebut dikunci. Coster mengatakan senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan itu telah ditemukan dan polisi sedang memeriksa dua orang.
Pihak kepolisian pun mengelurkan perintah agar anggotanya dipersenjatai di seluruh Auckland. Untuk diketahui, polisi Selandia Baru pada umumnya tidak membawa senjata. Negara ini memiliki tingkat kejahatan terkait senjata yang relatif rendah, dan insiden di mana petugas polisi terbunuh dalam menjalankan tugas tidak lazim.
Menurut situs web kepolisian Selandia Baru, sejak 1890, hanya 32 perwira polisi tewas karena tindak kejahatan saat menjalankan tugas mereka. Yang terakhir terbunuh adalah perwira Senior Constable Len Snee, yang terluka parah saat melakukan surat perintah pencarian rutin di sebuah properti di Napier pada tahun 2009.
"Ini adalah berita yang menghancurkan dan benar-benar hal terburuk yang harus kita tangani," kata Coster.
"Ini hari yang mengerikan bagi kami," sambungnya.
"Yang jelas insiden ini berlangsung sangat cepat. Insiden itu menunjukkan risiko nyata yang dihadapi petugas kami saat mereka melakukan pekerjaan mereka setiap hari," tukasnya.
Pihak kepolisian pun mengelurkan perintah agar anggotanya dipersenjatai di seluruh Auckland. Untuk diketahui, polisi Selandia Baru pada umumnya tidak membawa senjata. Negara ini memiliki tingkat kejahatan terkait senjata yang relatif rendah, dan insiden di mana petugas polisi terbunuh dalam menjalankan tugas tidak lazim.
Menurut situs web kepolisian Selandia Baru, sejak 1890, hanya 32 perwira polisi tewas karena tindak kejahatan saat menjalankan tugas mereka. Yang terakhir terbunuh adalah perwira Senior Constable Len Snee, yang terluka parah saat melakukan surat perintah pencarian rutin di sebuah properti di Napier pada tahun 2009.
"Ini adalah berita yang menghancurkan dan benar-benar hal terburuk yang harus kita tangani," kata Coster.
"Ini hari yang mengerikan bagi kami," sambungnya.
"Yang jelas insiden ini berlangsung sangat cepat. Insiden itu menunjukkan risiko nyata yang dihadapi petugas kami saat mereka melakukan pekerjaan mereka setiap hari," tukasnya.
Lihat Juga :