Kisah Sukses 3 Kartini Hebat di Amerika Serikat
Rabu, 20 April 2022 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Pembicara ketiga dalam Webinar peringatan Hari Kartini tersebut, Ake Pangestuti, mengangkat pentingnya kesehatan. “Tiada kesuksesan tanpa kesehatan”, tegas Ibu dua orang anak ini. Tolak ukur kesuksesan adalah kesehatan. Demikian pula, hanya orang yang sehat, jiwa dan raga, yang dapat berjuang meraih mimpinya. Upaya mengkampanyekan kesehatan telah menjadi komitmennya dalam membantu orang lain.
Sejak dulu, lulusan S1 Fakultas Komunikasi UI dan pascasarjana di bidang Komunikasi di University of Illinois Chicago tersebut, banyak terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi dan kemanusiaan. Ia telah mencurahkan perhatian, sumber daya, dedikasi dan kontribusinya, bersama timnya, di bidang kemanusiaan, terutama membantu orang yang mengalami masalah demensia.
Ake kini mendapat amanah sebagai Ketua Alzheimer Indonesia (ALZI) Chapter San Francisco. Perannya dalam advokasi terkait Alzheimer dan demensia sangat memberikan arti terutama dalam membantu mengatasi masalah tersebut dan memberikan long life expectancy bagi mereka. “Menjadi tua tak dapat dielakkan, tetapi kita harus siap menjadi tua yang tetap sehat dan bermanfaat”, ujarnya.
“Melalui ALZI, kami ingin terus membantu meningkatkan kualitas hidup orang yang bermasalah dengan Alzheimer dan demensia”, Ake menambahkan.
Setelah dibentuk pada tahun 2000, Alzheimer Indonesia melakukan sejumlah aksi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Alzheimer sekaligus memberikan layanan kesehatan bagi penderitanya. Demikian pula, bersama timnya di ALZI San Francisco, Ake aktif memberikan berbagai informasi mengenai demensia, seperti cara diagnosis yang tepat, memfasilitasi layanan deteksi dini dan menghubungkan penderita dan keluarganya dengan sejumlah dokter spesialis untuk penanganan.
Berbagi Peran, Berbagi Cerita Pejuangan Menuju Kesuksesan
Baik Moorissa, Veronika maupun Ake, merupakan “Kartini baru” yang telah menetap lama di Amerika Serikat dan berbagi perannya masing-masing dalam membawa nama baik perempuan Indonesia. Semangat Kartini tidak hanya digandrungi oleh kaum perempuan dalam negeri, tapi juga oleh banyak perempuan Indonesia di luar negeri, tidak terkecuali mereka bertiga ini yang terus membawa semangat baru Kartini.
Ketiganya berbeda dalam hal etnis dan latar belakang, namun sama dalam beberapa hal fundamental dengan Kartini, yakni kepedulian pada pendidikan, kesetaraan, perjuangan, pengabdian dan kemajuan. Melalui bidang karya masing-masing, mereka tidak kenal lelah untuk menunjukan contoh “Kartini masa kini” sukses, hebat di Amerika Serikat bahkan dunia internasional.
Ketiganya adalah bagian dari sekitar 13.885 warga Indonesia di wilayah kerja KJRI San Francisco yang terdiri dari berbagai pekerja profesional sektor IT, bisnis, akademisi, tenaga medis, hingga pelaku seni. Semuanya merupakan “duta Indonesia” yang memainkan perannya masing-masing dalam membangun kemajuan untuk Indonesia tercinta.
Kecerdasan, peningkatan emansipasi, kesetaraan dan kemajuan menjadi tema sentral bagi peringatan Hari Kartini di era modern saat ini. Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat yang menyampaikan aspirasi persamaan hak dalam pendidikan, maka kini perempuan bahkan seluruh elemen masyarakat perlu terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan dan kemajuan untuk memberikan sumbangsih positifnya bagi bangsa dan negara.
Sejak dulu, lulusan S1 Fakultas Komunikasi UI dan pascasarjana di bidang Komunikasi di University of Illinois Chicago tersebut, banyak terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi dan kemanusiaan. Ia telah mencurahkan perhatian, sumber daya, dedikasi dan kontribusinya, bersama timnya, di bidang kemanusiaan, terutama membantu orang yang mengalami masalah demensia.
Ake kini mendapat amanah sebagai Ketua Alzheimer Indonesia (ALZI) Chapter San Francisco. Perannya dalam advokasi terkait Alzheimer dan demensia sangat memberikan arti terutama dalam membantu mengatasi masalah tersebut dan memberikan long life expectancy bagi mereka. “Menjadi tua tak dapat dielakkan, tetapi kita harus siap menjadi tua yang tetap sehat dan bermanfaat”, ujarnya.
“Melalui ALZI, kami ingin terus membantu meningkatkan kualitas hidup orang yang bermasalah dengan Alzheimer dan demensia”, Ake menambahkan.
Setelah dibentuk pada tahun 2000, Alzheimer Indonesia melakukan sejumlah aksi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Alzheimer sekaligus memberikan layanan kesehatan bagi penderitanya. Demikian pula, bersama timnya di ALZI San Francisco, Ake aktif memberikan berbagai informasi mengenai demensia, seperti cara diagnosis yang tepat, memfasilitasi layanan deteksi dini dan menghubungkan penderita dan keluarganya dengan sejumlah dokter spesialis untuk penanganan.
Berbagi Peran, Berbagi Cerita Pejuangan Menuju Kesuksesan
Baik Moorissa, Veronika maupun Ake, merupakan “Kartini baru” yang telah menetap lama di Amerika Serikat dan berbagi perannya masing-masing dalam membawa nama baik perempuan Indonesia. Semangat Kartini tidak hanya digandrungi oleh kaum perempuan dalam negeri, tapi juga oleh banyak perempuan Indonesia di luar negeri, tidak terkecuali mereka bertiga ini yang terus membawa semangat baru Kartini.
Ketiganya berbeda dalam hal etnis dan latar belakang, namun sama dalam beberapa hal fundamental dengan Kartini, yakni kepedulian pada pendidikan, kesetaraan, perjuangan, pengabdian dan kemajuan. Melalui bidang karya masing-masing, mereka tidak kenal lelah untuk menunjukan contoh “Kartini masa kini” sukses, hebat di Amerika Serikat bahkan dunia internasional.
Ketiganya adalah bagian dari sekitar 13.885 warga Indonesia di wilayah kerja KJRI San Francisco yang terdiri dari berbagai pekerja profesional sektor IT, bisnis, akademisi, tenaga medis, hingga pelaku seni. Semuanya merupakan “duta Indonesia” yang memainkan perannya masing-masing dalam membangun kemajuan untuk Indonesia tercinta.
Kecerdasan, peningkatan emansipasi, kesetaraan dan kemajuan menjadi tema sentral bagi peringatan Hari Kartini di era modern saat ini. Jika dulu Kartini berliterasi melalui surat yang menyampaikan aspirasi persamaan hak dalam pendidikan, maka kini perempuan bahkan seluruh elemen masyarakat perlu terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan dan kemajuan untuk memberikan sumbangsih positifnya bagi bangsa dan negara.
(esn)
Lihat Juga :