China Dilaporkan Bikin Senjata Nuklir Super-EMP yang Bisa Lumpuhkan AS

Jum'at, 19 Juni 2020 - 10:20 WIB
loading...
A A A
Untuk menyampaikan serangan seperti itu, menurut laporan tersebut, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memiliki setidaknya tiga metode. Salah satunya adalah "Super-EMP", atau hulu ledak nuklir yang dirancang untuk memaksimalkan gelombang kejut elektromagnetik, daripada kekuatan destruktif mentahnya. Senjata semacam itu bisa diledakkan tinggi di atmosfer—AS tahu karena pernah menguji senjata seperti itu dalam tes "Starfish Prime" tahun 1962—dan menonaktifkan perangkat elektronik untuk radius besar di sekitarnya, dari komputer ke jaringan listrik hingga pesawat terbang.

Metode pengiriman kedua yang disebutkan dalam laporan itu adalah senjata hipersonik, baik kendaraan yang meluncur atau rudal jelajah yang mampu melakukan perjalanan begitu cepat sehingga pertahanan udara musuh tidak dapat mencegatnya. China diyakini telah menciptakan setidaknya dua senjata hipersonik.

Jenis senjata ketiga lebih teoretis, dan Pry menyajikannya sebagai kemungkinan logis yang secara teknis mampu dilakukan China, yakni memasang senjata nuklir EMP pada satelit di orbit. (Baca: AS Pertimbangkan Ledakkan Bom Nuklir, Begini Reaksi China )

“AS harus sangat prihatin dengan skenario di mana China menggunakan senjata ruang angkasa nuklir, mungkin ICBM (rudal balistik antarbenua) dan IRBM (rudal balistik jarak menengah) dengan hulu ledak khusus, dengan cepat menyapu langit satelit AS, bahkan dengan risiko kehilangan satelit RRC (Republik Rakyat China), yang kemudian dapat diganti dengan gelombang satelit yang diluncurkan oleh China untuk menangkap 'perbatasan tinggi' dan melumpuhkan kemampuan militer AS," kata Pry.

Menurut laporan itu, peretas China telah mencuri teknologi untuk semua senjata ini dari Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved