Rusia: Ada 6.824 Tentara Bayaran Asing di Ukraina, Termasuk dari AS
Senin, 18 April 2022 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Konashenkov mengatakan sekitar 400 dari tentara bayaran asing itu tetap bergabung dengan batalion nasionalis Ukraina di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung.
Dengan sebagian besar kota di bawah kendali Rusia, pasukan asing itu telah berlindung di pabrik metalurgi Azovstal yang luas, sebuah kompleks pabrik raksasa yang dibangun Soviet yang tersebar di area 11 kilometer persegi.
“Sebagian besar dari mereka adalah warga negara-negara Eropa, serta Kanada,” kata Konashenkov, menambahkan bahwa pasukan Rusia telah menyadap komunikasi radio dari pabrik dalam enam bahasa asing.
Setelah penyerahan lebih dari 1.000 anggota Brigade Marinir ke-36 Ukraina di Pabrik Besi dan Baja Ilyich di Mariupol awal pekan ini, yang dibantah Ukraina, militer Rusia menawarkan kepada para para milisi di Azovstal kesempatan terakhir untuk meletakkan senjata dan menyerah pada hari Minggu pagi.
"Semua orang yang meletakkan senjata mereka dijamin keselamatan hidupnya," bunyi tawaran sekaligus ultimatum militer Rusia.
Tidak ada penyerahan seperti itu yang terjadi, dan dentuman senjata berat terdengar di dekat pabrik pada Minggu sore.
“Jika terjadi perlawanan lebih lanjut, semuanya akan dihancurkan,” kata Konashenkov.
"Biarkan saya mengingatkan Anda bahwa tentara bayaran asing tidak memiliki status 'pejuang' di bawah Hukum Humaniter Internasional," kata Konashenkov.
Dengan sebagian besar kota di bawah kendali Rusia, pasukan asing itu telah berlindung di pabrik metalurgi Azovstal yang luas, sebuah kompleks pabrik raksasa yang dibangun Soviet yang tersebar di area 11 kilometer persegi.
“Sebagian besar dari mereka adalah warga negara-negara Eropa, serta Kanada,” kata Konashenkov, menambahkan bahwa pasukan Rusia telah menyadap komunikasi radio dari pabrik dalam enam bahasa asing.
Setelah penyerahan lebih dari 1.000 anggota Brigade Marinir ke-36 Ukraina di Pabrik Besi dan Baja Ilyich di Mariupol awal pekan ini, yang dibantah Ukraina, militer Rusia menawarkan kepada para para milisi di Azovstal kesempatan terakhir untuk meletakkan senjata dan menyerah pada hari Minggu pagi.
"Semua orang yang meletakkan senjata mereka dijamin keselamatan hidupnya," bunyi tawaran sekaligus ultimatum militer Rusia.
Tidak ada penyerahan seperti itu yang terjadi, dan dentuman senjata berat terdengar di dekat pabrik pada Minggu sore.
“Jika terjadi perlawanan lebih lanjut, semuanya akan dihancurkan,” kata Konashenkov.
"Biarkan saya mengingatkan Anda bahwa tentara bayaran asing tidak memiliki status 'pejuang' di bawah Hukum Humaniter Internasional," kata Konashenkov.
Lihat Juga :