Abaikan Tekanan Barat, India Terima Lebih Banyak Sistem Rudal S-400 Rusia
Sabtu, 16 April 2022 - 01:10 WIB
loading...
India terima kiriman sistem pertahanan rudal S-400 Rusia meski ada tekanan Barat agar New Delhi berhenti berhubungan dengan Moskow terkait invasi Rusia ke Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW DELHI - India telah menerima pesanan sistem pertahanan rudal S-400 lebih banyak dari Rusia. New Delhi mengabaikan tekanan Barat untuk berhenti berhubungan dengan Moskow terkait invasi militernya di Ukraina.
Platform rudal canggih itu tiba di India melalui udara dan laut dan sejak itu telah dikerahkan di lokasi yang ditentukan. Demikian disampaikan seorang pejabat senior pemerintah kepada India Today, yang mencatat bahwa S-400 sekarang beroperasi.
“Kami terus menerima pesanan kami tanpa penundaan atau masalah, dan kiriman terbaru dari mesin yang dirombak diterima beberapa hari yang lalu meskipun perang [di Ukraina],” kata pejabat tersebut yang tidak disebutkan namanya, yang dilansir Jumat (15/4/2022).
Pejabat itu mengatakan Rusia merupakan pemasok senjata utama untuk militer India, yang saat ini menimbun suku cadang dan peralatan. Dia mengakui upaya itu mungkin menghadapi kesulitan di masa depan karena sanksi Barat dan pembatasan sistem perbankan di Moskow.
Baca juga: Kapal Perang Rusia Tenggelam, Bos CIA Sebut Risiko Perang Nuklir Meningkat
Platform rudal canggih itu tiba di India melalui udara dan laut dan sejak itu telah dikerahkan di lokasi yang ditentukan. Demikian disampaikan seorang pejabat senior pemerintah kepada India Today, yang mencatat bahwa S-400 sekarang beroperasi.
“Kami terus menerima pesanan kami tanpa penundaan atau masalah, dan kiriman terbaru dari mesin yang dirombak diterima beberapa hari yang lalu meskipun perang [di Ukraina],” kata pejabat tersebut yang tidak disebutkan namanya, yang dilansir Jumat (15/4/2022).
Pejabat itu mengatakan Rusia merupakan pemasok senjata utama untuk militer India, yang saat ini menimbun suku cadang dan peralatan. Dia mengakui upaya itu mungkin menghadapi kesulitan di masa depan karena sanksi Barat dan pembatasan sistem perbankan di Moskow.
Baca juga: Kapal Perang Rusia Tenggelam, Bos CIA Sebut Risiko Perang Nuklir Meningkat
Lihat Juga :