Putin: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Macet

Rabu, 13 April 2022 - 09:40 WIB
loading...
Putin: Perundingan Damai...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Kiev telah mundur pada perjanjian tentatif yang dibuat antara tim perunding Ukraina dan Rusia di Istanbul pada akhir Maret.

Menurut presiden Rusia, pembicaraan damai sekarang "kembali ke jalan buntu".

Ukraina telah menolak mengakui Krimea sebagai republik Rusia dan Republik Donbass sebagai negara independen, Putin menjelaskan di Kosmodrom Vostochny di Timur Jauh Rusia pada Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Putin Ungkap Rincian Rencana Militer Rusia di Ukraina

Dia menekankan bahwa kedua poin itu adalah topik utama yang tanpanya tidak ada kemajuan yang dapat dicapai dalam pembicaraan.

Baca juga: Buru Pelaku Penembakan Kereta Bawah Tanah New York, Polisi Tawarkan Hadiah Rp718 Juta

Putaran terakhir negosiasi antara Moskow dan Kiev diadakan dua pekan lalu di Istanbul, Turki, di mana, menurut pihak Rusia, delegasi Ukraina menawarkan draf pertama proposal tertulis tentang bagaimana menyelesaikan konflik.

Baca juga: Terowongan Sakura di Fukushima Dibuka Lagi Setelah 12 Tahun Tutup

Sementara Kepala Tim Perunding Rusia Vladimir Medinsky mengungkapkan optimisme hati-hati setelah pembicaraan di Istanbul, dengan mengatakan Ukraina telah memberi isyarat bahwa mereka siap menyatakan dirinya sebagai negara netral, masih ada beberapa batu sandungan utama.

Moskow menuntut agar Kiev secara resmi mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia dan republik-republik di Donbass sebagai negara merdeka.

Krimea memilih meninggalkan Ukraina dan bergabung kembali dengan Rusia tak lama setelah kudeta Maidan 2014 di Kiev.

Selama pembicaraan di Istanbul, delegasi Ukraina berjanji Kiev tidak akan berusaha merebut kembali republik Donbass dengan paksa, dan menyarankan mengadakan negosiasi terpisah mengenai status Krimea selama 15 tahun.

Namun, Kamis lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan Ukraina telah mengajukan proposal tertulis baru yang menyimpang dari apa yang ditawarkan selama pembicaraan tatap muka.

Proposal baru, menurut Lavrov, gagal menyebutkan bahwa jaminan keamanan yang ingin diperoleh Kiev dari kekuatan dunia terkemuka tidak mencakup Krimea.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Jerman Bild pada Jumat bahwa Kiev masih melihat pembicaraan dengan Rusia sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis saat ini.

Negosiator Ukraina mengusulkan di Istanbul agar Ukraina menjadi negara nonblok dengan imbalan jaminan keamanan yang mengikat secara hukum.

Rusia berulang kali menyebut aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO sebagai salah satu alasan kampanye militer yang diluncurkan Moskow terhadap negara tetangga bulan lalu.

Para pemimpin Rusia dan Belarusia bertemu di pelabuhan antariksa Rusia pada Selasa, memperingati ulang tahun ke-61 penerbangan luar angkasa manusia pertama oleh Yuri Gagarin.

Putin berterima kasih kepada Presiden Belarusia Alexander Lukashenko atas perannya dalam memungkinkan negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina.

Sebelum pembicaraan Istanbul, perwakilan Rusia dan Ukraina mengadakan tiga pertemuan tatap muka di Belarusia.

Negosiasi dimulai pada 28 Februari di wilayah Gomel. Mereka kemudian melanjutkan pada 3 dan 7 Maret di Belovezhskaya Pushcha. Pembicaraan berlanjut dari sana melalui tautan video.

Presiden Rusia menekankan, "Sebagian besar, adalah mungkin untuk memulai dialog langsung dengan pihak Ukraina berkat upaya pribadi presiden Belarusia."

Kepala negara Rusia menambahkan, di matanya, Belarusia adalah tempat yang cocok untuk "kontak lebih lanjut" antara Moskow dan Kiev.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada Sky News Kamis lalu bahwa Moskow berharap serangan militer di Ukraina akan berakhir dalam waktu dekat, mungkin “dalam beberapa hari mendatang,” baik karena militer Rusia mencapai tujuannya atau finalisasi kesepakatan antara kedua negara.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved