4 Negara Paling Sering Banjir, Nomor 2 Ribuan Desa Menderita
Selasa, 12 April 2022 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia juga merupakah salah satu negara paling sering banjir. Naiknya permukaan laut berdampak pada ribuan desa Indonesia telah mengalami sekitar 300 peristiwa bencana alam setiap tahun selama 30 tahun terakhir.
Sebanyak 77% di antaranya adalah bahaya hidrologis, dengan banjir yang paling sering terjadi. Naiknya permukaan air laut dan pasang tinggi berkontribusi pada banjir pesisir yang berdampak pada 3.000 desa antara 2016-2018.
Perubahan penggunaan lahan yang cepat dan sedimentasi sungai menyebabkan seringnya banjir di kota-kota besar.
Banjir menimbulkan kerugian ekonomi dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat dan lingkungan.
3. Selandia Baru
Negara paling sering banjir berikutnya adalah Selandia Baru. Banjir adalah bencana alam yang paling sering merusak dan mengganggu di Selandia Baru, termasuk banjir di Southland yang menelan biaya USD19,68 juta, topan Debbie pada 2017 yang menelan biaya USD91,4 juta, dan banjir nasional pada tahun 2019 yang menelan biaya hampir USD16 juta dalam klaim asuransi.
Seiring perubahan iklim kita, banjir yang disebabkan meningkatnya curah hujan dan naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir dan di dataran banjir diperkirakan akan meningkat.
Ketika banjir menjadi lebih sering dan parah, dampak sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan dari banjir akan meningkat.
Sebanyak 77% di antaranya adalah bahaya hidrologis, dengan banjir yang paling sering terjadi. Naiknya permukaan air laut dan pasang tinggi berkontribusi pada banjir pesisir yang berdampak pada 3.000 desa antara 2016-2018.
Perubahan penggunaan lahan yang cepat dan sedimentasi sungai menyebabkan seringnya banjir di kota-kota besar.
Banjir menimbulkan kerugian ekonomi dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat dan lingkungan.
3. Selandia Baru
Negara paling sering banjir berikutnya adalah Selandia Baru. Banjir adalah bencana alam yang paling sering merusak dan mengganggu di Selandia Baru, termasuk banjir di Southland yang menelan biaya USD19,68 juta, topan Debbie pada 2017 yang menelan biaya USD91,4 juta, dan banjir nasional pada tahun 2019 yang menelan biaya hampir USD16 juta dalam klaim asuransi.
Seiring perubahan iklim kita, banjir yang disebabkan meningkatnya curah hujan dan naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir dan di dataran banjir diperkirakan akan meningkat.
Ketika banjir menjadi lebih sering dan parah, dampak sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan dari banjir akan meningkat.
Lihat Juga :