Di Dewan HAM, RI Serukan Tindakan Tegas Terhadap Aksi Kekerasan Rasial

Kamis, 18 Juni 2020 - 18:31 WIB
loading...
Di Dewan HAM, RI Serukan...
Di debat tersebut, Duta Besar Indonesia untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib menyatakan keprihatinan terhadap aksi kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di berbagai belahan dunia. Foto/REUTERS
A A A
JENEWA - Dewan HAM PBB semalam menggelar debat mendesak mengenai kekerasan rasial. Penyelenggaraan debat ini diminta oleh kelompok Afrika untuk menghadapi maraknya kekerasan rasial, khususnya kasus George Floyd di Amerika Serikat (AS) yang mendapat perhatian global.

Di debat tersebut, Duta Besar Indonesia untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib menyatakan keprihatinan terhadap aksi kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama yang disebabkan oleh meningkatnya kebencian berbasis ras ataupun kejahatan berbasis kebencian.

( Baca juga: AS Akui Bergulat Dalam Masalah Rasisme, Desak Negara Lain untuk Terbuka )

Hasan kemudian mengusulkan agar Dewan HAM dan KTHAM memperkuat kerja sama penghapusan diskriminasi rasial dan kekerasan dalam penegakan hukum. Aksi yang Indonesia usulkan adalah, pertama penghormatan dan toleransi atas perbedaan ras dan etnik di tingkat komunitas.

Berikutnya adalah penguatan budaya hukum dan akuntabilitas institusi hukum dan program pendidikan HAM di lembaga pendidikan kepolisian dan penegak hukum lainnya, yang juga melibatkan Komnas HAM atau lembaga negara lainnya.

Dia mengatakan, isu anti rasisme ini telah menjadi fokus politik luar negeri Indonesia sejak awal berdirinya Republik Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia membangun kesadaran bersama negara Asia Afrika dari praktik kolonialisme melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Konferensi Asia Afrika ini menghasilkan Deklarasi Bandung yang salah satu dasa silanya meminta penghapusan rasisme.

"Dalam semangat Deklarasi Bandung ini, diplomasi HAM Indonesia tentunya terus lakukan langkah-langkah afirmatif untuk hapus segala bentuk diskriminasi di semua lini,” ucap Hasan, dalam pertemuan itu, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Perwakilan Tetap Indonesia di Jenewa pada Kamis (18/6/2020).

Indonesia, jelasnya, sebagai negara multi-etnik dan multi-ras, akan terus majukan semangat anti-rasisme sebagai salah satu pilar pemersatu di antara negara-negara berkembang.

Sementara itu, mewakili Core Group Convention Against Torture Initiative (CTI), Indonesia menyerukan zero tolerance terhadap rasisme dan diskriminasi, dan menyoroti pentingnya kebijakan penegakan hukum yang people-centered dan yang berorientasi pada pencegahan kekerasan.

( Baca juga: Keseriusan Pemerintah Pusat Bangun Papua Menuai Pujian )

Dalam debat itu, Dewan HAM PBB juga mendengarkan pesan video dari Philonise Floyd, adik kandung George Floyd, yang mendukung Dewan HAM untuk membentuk komisi penyelidikan pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi di AS.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Gilberto Mora Ukir Sejarah,...
Gilberto Mora Ukir Sejarah, Jadi Starter Termuda di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved