1.222 Mayat Ditemukan di Kiev saat Ukraina Timur Bersiap Diserang Rusia Besar-besaran

Senin, 11 April 2022 - 07:28 WIB
loading...
1.222 Mayat Ditemukan...
Ukraina mengumumkan penemuan 1.222 mayat di sekitar Kiev saat wilayah timurnya sedang bersiap untuk diserang Rusia secara besar-besaran. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Ukraina mengumumkan telah menemukan 1.222 mayat di wilayah Kiev yang telah ditinggalkan pasukan Rusia . Pengumuman ini muncul ketika wilayah timur negara itu bersiap untuk diserang militer Moskow secara besar-besaran.

Pengeboman berat telah menghantam Ukraina sepanjang akhir pekan, menambah jumlah korban setelah invasi Rusia selama enam minggu terakhir.

Penembakan merenggut dua nyawa di timur laut Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, pada Minggu pagi. Demikian disampaikan gubernur regional setempat, Oleg Sinegoubov, sehari setelah 10 warga sipil, termasuk seorang anak, tewas dalam pengeboman di tenggara kota itu.

"Tentara Rusia terus mengobarkan perang terhadap warga sipil karena kurangnya kemenangan di garis depan," kata Sinegoubov di Telegram, seperti dikutip AFP, Senin (11/4/2022).

Baca juga: AS Bangga Kirim Senjata ke Ukraina Setiap Hari untuk Usir Rusia

Di Dnipro, sebuah kota industri besar berpenduduk satu juta jiwa, hujan rudal Rusia hampir menghancurkan bandara setempat, menyebabkan jumlah korban yang tidak pasti. Menurut pihak berwenang setempat, itu sudah terjadi sejak 15 Maret.

Presiden Volodymyr Zelensky sekali lagi mengutuk kekejaman terhadap warga sipil, dan setelah berbicara dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan mereka telah sepakat bahwa semua pelaku kejahatan perang harus diidentifikasi dan dihukum.

Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan negara itu sedang memeriksa dugaan kesalahan 500 pejabat terkemuka Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, atas ribuan kejahatan perang.

Sedangkan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan berjanji bahwa AS akan bekerja dengan komunitas internasional untuk memastikan ada pertanggungjawaban atas apa yang disebutnya "kekejaman massal".

Di Vatikan, Paus Fransiskus menyerukan gencatan senjata Paskah untuk membuka jalan bagi perdamaian, mencela perang di mana warga sipil tak berdaya menderita pembantaian keji dan kekejaman yang mengerikan.

Baca juga: Putin Dikelilingi Ajudan dengan Koper Nuklir, Ini Penampakannya

Korban tewas juga meningkat di timur Ukraina, di mana serangan rudal pada hari Jumat menewaskan 57 orang di sebuah stasiun kereta api di kota Kramatorsk, menurut penghitungan revisi yang dikeluarkan oleh Pavlo Kyrylenko, gubernur wilayah Donetsk.

"Penduduk di timur telah melarikan diri dalam jumlah ribuan saat Ukraina bersiap untuk pertempuran penting melawan pasukan Moskow," kata Presiden Zelensky.

"Kami melihat persiapan untuk pertempuran penting, beberapa orang mengatakan yang menentukan, di timur," katanya saat mengunjungi Kanselir Austria Karl Nehammer.

"Kami siap bertarung dan melihat secara paralel untuk mengakhiri perang ini melalui diplomasi."

Meluncurkan inisiatif diplomatiknya sendiri, Nehammer mengatakan dia akan bertemu Putin pada hari Senin dalam sebuah langkah yang juru bicaranya bersikeras dikoordinasikan dengan Berlin, Brussels dan Zelensky.

Austria adalah anggota Uni Eropa, tetapi bukan anggota NATO.

Nehammer akan menjadi pemimpin Eropa pertama yang mengunjungi Kremlin sejak invasi dimulai pada 24 Februari.

PBB pada Minggu mengatakan 4.232 korban sipil telah tercatat di Ukraina hingga saat ini, dengan 1.793 tewas dan 2.439 terluka.

Jaksa Ukraina Venediktova mengatakan sejauh ini 1.222 mayat saja telah ditemukan di wilayah sekitar Kiev.

Setidaknya dua mayat ditemukan di dalam lubang got di sebuah pompa bensin di jalan raya di luar Kiev pada hari Minggu.

Mayat-mayat itu tampaknya mengenakan pakaian campuran sipil dan militer.

Seorang wanita putus asa mengintip ke dalam lubang sebelum berhenti, mencakar bumi dan meratap, "Anakku, anakku".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
NATO Kerahkan Jet Tempur...
NATO Kerahkan Jet Tempur saat Rusia Bombardir Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved