Hamas Kecam Turki dan Bahrain karena Mengutuk Serangan Teroris di Israel

Minggu, 10 April 2022 - 02:31 WIB
loading...
Hamas Kecam Turki dan...
Hamas mengecam Turki dan Bahrain karena mengutuk serangan teroris di Tel Aviv, Israel, yang tewaskan dua orang. Foto/Noam Revkin Fenton/Flash90
A A A
GAZA - Hamas, faksi Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza, mengecam Turki dan Bahrain. Sebab, kedua negara itu mengutuk serangan teroris yang tewaskan dua orang di Tel Aviv, Israel, pada Kamis lalu.

Pada hari Jumat, Bahrain mengutuk serangan tersebut, menggambarkannya sebagai "operasi teroris".

"Kami menegaskan kembali posisi Kerajaan Bahrain yang menentang segala bentuk terorisme dan kekerasan tidak peduli motif dan pembenarannya," kata Kementerian Luar Negeri Bahrain dalam sebuah pernyataan.

Kedutaan Besar Turki di Israel mengutuk serangan teroris dan menyatakan keprihatinan atas peningkatan baru-baru ini dalam tindakan tersebut. Kedutaan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa dalam serangan itu, serta kepada pemerintah dan rakyat Israel.

Baca juga: Erdogan Kutuk Serangan Teror terhadap Israel yang Tewaskan 11 Orang

Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengutuk serangan teroris dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga para korban tindakan mengerikan tersebut.

Pada Jumat pagi, kantor Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menerbitkan sebuah pernyataan yang mengutuk pembunuhan warga sipil Israel.

Pernyataan itu memperingatkan bahwa pembunuhan warga sipil Palestina dan Israel akan semakin memperburuk situasi.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengecam Bahrain dan Turki, tetapi tidak menyebut Uni Emirat Arab.

“Perlawanan orang-orang dan tempat-tempat suci kami adalah tindakan membela diri,” kata Qassem. “Hak ini dijamin oleh semua hukum internasional.”

Beberapa pejabat dan aktivis Hamas berbasis di Turki. Kritik terhadap Turki dipandang media Israel, Jerusalem Post, sebagai tanda lain ketegangan antara Hamas dan Ankara, terutama setelah pemulihan hubungan baru-baru ini antara pemerintah Turki dan Israel.

Sebuah komite yang mewakili beberapa kelompok milisi Palestina di Jalur Gaza juga menyatakan kemarahan atas kecaman terhadap serangan di Tel Aviv.

“Kami mengecam dan menolak kecaman yang berdiri dengan pendudukan dan kejahatannya terhadap orang-orang kami yang tak berdaya,” kata komite itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Jerusalem Post, Minggu (10/4/2022).

“Akan lebih berguna bagi rezim-rezim ini untuk selaras dengan posisi rakyat mereka, yang mendukung Palestina dan rakyatnya serta perlawanan mereka. Kami menuntut agar negara-negara ini mencabut kecaman dan meminta maaf kepada rakyat kami.”

Komite menambahkan,"Menolak pendudukan adalah hak sah yang dijamin oleh hukum internasional, dan rakyat kami serta pahlawan mereka akan terus melawan pendudukan dan pemukim sampai mereka meninggalkan tanah kami dan tempat suci kami.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved