Terungkap, Israel Ingin Tolong Assad dengan Imbalan Usir Iran dari Suriah
Selasa, 05 April 2022 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Rencana Netanyahu didasarkan pada asumsi bahwa rezim Suriah telah memperoleh supremasi atas semua kelompok oposisi dengan merebut kembali sebagian besar wilayahnya sepanjang perang, dan tidak lagi membutuhkan pasukan darat yang didukung Iran.
Laporan surat kabar itu juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan bahwa Penasihat Keamanan Nasional Israel saat itu, Meir Ben-Shabbat, memperkenalkan rencana multi-langkah kepada rekannya kala itu dari Amerika, John Bolton, dan kepala Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev.
Rencana tersebut bertujuan agar Assad menyerukan semua pasukan asing untuk mundur dari Suriah–termasuk sekutunya.
"Dalam sistem diplomatik, kepercayaannya adalah bahwa dalam kondisi yang diciptakan, penerimaan Assad dari sini, dan pengusiran Iran dari sini adalah hasil terbaik yang bisa kami capai," kata pejabat senior Israel tersebut.
Setelah penarikan itu, Suriah kemudian akan diterima kembali ke Liga Arab dan akan banyak diinvestasikan oleh negara-negara Teluk Arab, terutama Uni Emirat Arab (UEA).
Namun, rencana itu tidak akan datang tanpa tuntutan politik, karena bertujuan untuk membuat Damaskus melakukan serangkaian reformasi yang akan disepakati di ibu kota Austria, Wina, setelah itu akan ada pemilu untuk menentukan kepemimpinan Suriah.
Netanyahu menyetujui rencana itu dan mengundang negara-negara Arab yang memiliki hubungan dengan Israel untuk mendukung inisiatif tersebut, yang kabarnya sangat disukai oleh Yordania dan Mesir.
Laporan surat kabar itu juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan bahwa Penasihat Keamanan Nasional Israel saat itu, Meir Ben-Shabbat, memperkenalkan rencana multi-langkah kepada rekannya kala itu dari Amerika, John Bolton, dan kepala Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev.
Rencana tersebut bertujuan agar Assad menyerukan semua pasukan asing untuk mundur dari Suriah–termasuk sekutunya.
"Dalam sistem diplomatik, kepercayaannya adalah bahwa dalam kondisi yang diciptakan, penerimaan Assad dari sini, dan pengusiran Iran dari sini adalah hasil terbaik yang bisa kami capai," kata pejabat senior Israel tersebut.
Setelah penarikan itu, Suriah kemudian akan diterima kembali ke Liga Arab dan akan banyak diinvestasikan oleh negara-negara Teluk Arab, terutama Uni Emirat Arab (UEA).
Namun, rencana itu tidak akan datang tanpa tuntutan politik, karena bertujuan untuk membuat Damaskus melakukan serangkaian reformasi yang akan disepakati di ibu kota Austria, Wina, setelah itu akan ada pemilu untuk menentukan kepemimpinan Suriah.
Netanyahu menyetujui rencana itu dan mengundang negara-negara Arab yang memiliki hubungan dengan Israel untuk mendukung inisiatif tersebut, yang kabarnya sangat disukai oleh Yordania dan Mesir.
Lihat Juga :