Kondisi Belum Kondusif, Palang Merah Internasional Tak Bisa Masuk Mariupol
Selasa, 05 April 2022 - 01:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Rusia menuduh pihak Ukraina menggagalkan operasi kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil dan warga negara asing dari Mariupol. Hal itu diungkapkan Mikhail Mizintsev, kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia.
"Operasi kemanusiaan yang terorganisir dengan baik untuk menyelamatkan warga sipil dan orang asing dari Mariupol secara sinis dihancurkan oleh pihak Ukraina, dengan bagian dari rute evakuasi di dekat Mariupol mendapat serangan intensif dari unit tentara Ukraina dan batalyon nasionalis, yang menggunakan mortir dan senjata berat," jelas Mizintsev, seperti dikutip dari TASS.
Menurutnya, akibat sikap Ukraina itu, konvoi kemanusiaan yang didampingi oleh perwakilan Komite Internasional Palang Merah harus menunggu selama dua hari untuk penghentian tembakan dan konfirmasi Kiev tentang gencatan senjata di Berdyansk dan Mangush.
Mizintsev memastikan, pihak Rusia menciptakan semua kondisi untuk memastikan evakuasi orang dari Mariupol ke Berdyansk, dari sana mereka dapat mencapai Krimea atau Zaporozhye. "Rusia mendukung inisiatif kemanusiaan yang diajukan oleh para pemimpin Prancis Jerman dan Turki, sementara pejabat Kiev dengan sinis mengabaikannya," tambahnya.
"Operasi kemanusiaan yang terorganisir dengan baik untuk menyelamatkan warga sipil dan orang asing dari Mariupol secara sinis dihancurkan oleh pihak Ukraina, dengan bagian dari rute evakuasi di dekat Mariupol mendapat serangan intensif dari unit tentara Ukraina dan batalyon nasionalis, yang menggunakan mortir dan senjata berat," jelas Mizintsev, seperti dikutip dari TASS.
Menurutnya, akibat sikap Ukraina itu, konvoi kemanusiaan yang didampingi oleh perwakilan Komite Internasional Palang Merah harus menunggu selama dua hari untuk penghentian tembakan dan konfirmasi Kiev tentang gencatan senjata di Berdyansk dan Mangush.
Mizintsev memastikan, pihak Rusia menciptakan semua kondisi untuk memastikan evakuasi orang dari Mariupol ke Berdyansk, dari sana mereka dapat mencapai Krimea atau Zaporozhye. "Rusia mendukung inisiatif kemanusiaan yang diajukan oleh para pemimpin Prancis Jerman dan Turki, sementara pejabat Kiev dengan sinis mengabaikannya," tambahnya.
(esn)
Lihat Juga :