10 Negara yang Paling Banyak Membantu Palestina
Senin, 04 April 2022 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Paket bantuan ini mencakup €14,9 juta (USD18,5 juta) yang dialokasikan untuk pelestarian “karakter Palestina di Yerusalem Timur”, dan €27,5 juta (USD34,2 juta) untuk pembentukan lembaga untuk memfasilitasi demokrasi dan akuntabilitas di Palestina.
3. Jerman (USD76 juta)
Pada bulan Desember 2017, Jerman juga memberikan kontribusi tambahan kepada UNRWA dengan paket bantuan sebesar €23,1 juta (USD28,8 juta).
Sebanyak €18,1 juta (USD22,6 juta) dari donasi ini ditujukan untuk program rekonstruksi UNRWA di Gaza, yang bertujuan untuk memastikan kembalinya sekitar 540 keluarga Palestina dengan selamat ke rumah mereka setelah pembongkaran total selama konflik Israel-Gaza pada tahun 2014.
UNRWA mendedikasikan jumlah sisanya untuk pembangunan dua sekolah di Jalur Gaza dan memberikan pendidikan kepada 6.000 siswa.
4. Swedia (USD62 juta)
Duta besar Swedia untuk PBB, Olof Skoog menyampaikan keprihatinannya tentang ketidakstabilan regional dan krisis kemanusiaan karena kemungkinan penarikan dana ke UNRWA. Pada tahun 2014, Swedia menjadi negara anggota pertama Uni Eropa yang mendeklarasikan pengakuan atas negara Palestina.
5. Inggris (USD60 juta)
Meskipun menurut UNRWA, Inggris telah mengurangi kontribusi tahunannya kepada UNRWA sejak 2016, negara tersebut juga memperingatkan terhadap pemotongan signifikan dalam pendanaan UNRWA, karena dapat menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan serta konsekuensi militer dan strategis.
Menyusul pengumuman Donald Trump untuk menahan dana ke UNRWA, konsulat Inggris di Yerusalem mengeluarkan pernyataan yang memperkuat dukungannya untuk badan PBB tersebut.
6. Arab Saudi (USD51 juta)
Menurut UNRWA tahun 2017, Arab Saudi adalah pendonor terbesar di Timur Tengah untuk UNRWA. Kerajaan telah memberikan sumbangan yang murah hati melalui Dana Saudi untuk Pembangunan, termasuk hibah sebesar USD67 juta untuk pelaksanaan proyek di Gaza, Tepi Barat, dan Yordania.
3. Jerman (USD76 juta)
Pada bulan Desember 2017, Jerman juga memberikan kontribusi tambahan kepada UNRWA dengan paket bantuan sebesar €23,1 juta (USD28,8 juta).
Sebanyak €18,1 juta (USD22,6 juta) dari donasi ini ditujukan untuk program rekonstruksi UNRWA di Gaza, yang bertujuan untuk memastikan kembalinya sekitar 540 keluarga Palestina dengan selamat ke rumah mereka setelah pembongkaran total selama konflik Israel-Gaza pada tahun 2014.
UNRWA mendedikasikan jumlah sisanya untuk pembangunan dua sekolah di Jalur Gaza dan memberikan pendidikan kepada 6.000 siswa.
4. Swedia (USD62 juta)
Duta besar Swedia untuk PBB, Olof Skoog menyampaikan keprihatinannya tentang ketidakstabilan regional dan krisis kemanusiaan karena kemungkinan penarikan dana ke UNRWA. Pada tahun 2014, Swedia menjadi negara anggota pertama Uni Eropa yang mendeklarasikan pengakuan atas negara Palestina.
5. Inggris (USD60 juta)
Meskipun menurut UNRWA, Inggris telah mengurangi kontribusi tahunannya kepada UNRWA sejak 2016, negara tersebut juga memperingatkan terhadap pemotongan signifikan dalam pendanaan UNRWA, karena dapat menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan serta konsekuensi militer dan strategis.
Menyusul pengumuman Donald Trump untuk menahan dana ke UNRWA, konsulat Inggris di Yerusalem mengeluarkan pernyataan yang memperkuat dukungannya untuk badan PBB tersebut.
6. Arab Saudi (USD51 juta)
Menurut UNRWA tahun 2017, Arab Saudi adalah pendonor terbesar di Timur Tengah untuk UNRWA. Kerajaan telah memberikan sumbangan yang murah hati melalui Dana Saudi untuk Pembangunan, termasuk hibah sebesar USD67 juta untuk pelaksanaan proyek di Gaza, Tepi Barat, dan Yordania.
Lihat Juga :