New York Times: AS Bantu Ukraina Dapatkan Lebih Banyak Tank

Minggu, 03 April 2022 - 00:30 WIB
loading...
New York Times: AS Bantu...
Tank T-64BV milik militer Ukraina. Foto/wikimedia
A A A
WASHINGTON - Washington akan bertindak sebagai perantara untuk membantu mengirimkan tank buatan Soviet ke Ukraina.Upaya itu dilaporkan New York Times pada Jumat (1/4/2022), mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Kiev telah memohon kepada Barat untuk memasoknya dengan senjata yang lebih berat sejak dimulainya kampanye militer Rusia, pada akhir Februari.

Sumber itu mengatakan kepada surat kabar itu bahwa transfer senjata akan segera dimulai, tetapi menolak menentukan berapa banyak tank yang akan dikirim, atau dari negara mana mereka akan datang.

Baca juga: Kremlin Respons Keras Serangan Ukraina di Tanah Rusia

Ukraina umumnya akrab dengan perangkat keras era Soviet, yang berarti mereka akan membutuhkan lebih sedikit pelatihan dalam penggunaannya.

Baca juga: Relawan AS di Ukraina Blak-blakan Ungkap Kejahatan Perang Kiev

Berita itu muncul sepekan setelah Presiden Volodymyr Zelensky meminta NATO untuk "satu persen" dari tank dan pesawatnya.

Negara-negara Barat telah mengirimkan rudal anti-tank ke Kiev, tetapi pejabat Ukraina mengatakan itu tidak cukup untuk menangkis serangan pasukan Rusia.

Pada Jumat, Jerman menyetujui transfer 56 kendaraan tempur lapis baja PbV-501 ke Ukraina.

Kendaraan yang dibangun di bekas Jerman Timur dan dirancang pada 1960-an itu sekarang dimiliki oleh perusahaan Ceko.

Moskow menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev menerapkan persyaratan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia pada republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Kiev mengatakan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved