China: NATO Seharusnya Dibubarkan pada 1991 setelah Soviet Bubar

Sabtu, 02 April 2022 - 05:15 WIB
loading...
China: NATO Seharusnya...
Tentara Garda Nasional Angkatan Darat AS beristirahat saat latihan di Bemowo Piskie Training Area, Polandia, 8 November 2021. Foto/Jacob Bradford/U.S. Army
A A A
BEIJING - China percaya NATO seharusnya dibubarkan setelah Uni Soviet tidak ada lagi. Pernyataan itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China pada Jumat (1/4/2022).

Juru bicara Kemlu China Zhao Lijian menyesalkan fakta bahwa blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) itu justru memperluas dan memojokkan Rusia, akhirnya memicu pertumpahan darah saat ini di Ukraina.

“Sebagai produk Perang Dingin, NATO seharusnya menjadi sejarah ketika Uni Soviet bubar,” ujar dia saat konferensi pers harian pada Jumat, ketika ditanya tentang peran NATO sebagai alat geopolitik AS yang dibuat juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova.

Baca juga: Kremlin Respons Keras Serangan Ukraina di Tanah Rusia

Zhao mengatakan NATO memperluas ke timur di Eropa selama beberapa dekade, melanggar janji yang dibuat pada kepemimpinan Soviet.

Baca juga: Relawan AS di Ukraina Blak-blakan Ungkap Kejahatan Perang Kiev

“Hal ini mendorong Rusia ke sudut langkah demi langkah, sehingga pada akhirnya, NATO adalah penggagas dan promotor terbesar dari krisis Ukraina atas nama AS,” ujar dia.

Baca juga: 45 Negara Mulai Puasa Ramadhan pada Sabtu 2 April, Ini Daftarnya

Dia menambahkan, NATO harus merenungkan apa sebenarnya kontribusinya untuk keamanan Eropa.

Moskow mengutip ancaman yang ditimbulkan oleh ekspansi NATO yang merayap ke Ukraina sebagai alasan utama mengapa Rusia menyerang negara itu pada akhir Februari.

Beijing setuju dengan pembenaran Rusia, bahkan ketika mengkritik penggunaan kekuatan militer sebagai metode untuk menyelesaikan masalah.

China telah berulang kali menuduh negara-negara Barat meningkatkan ketegangan dengan Rusia, dengan mengatakan penolakan Barat mengatasi masalah keamanan Moskow yang sah adalah penyebab krisis.

Beijing telah menolak bergabung dengan sanksi terhadap Rusia. China menyebut sanksi itu ilegal dan tidak mampu menyelesaikan masalah.

AS dan sekutunya menuduh China berada di "sisi sejarah yang salah" di Ukraina. Barat mengancam Beijing dengan hukuman jika mendukung kampanye militer Rusia.

Moskow menyerang negara tetangga itu menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan-ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik Donbass dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Lumpuhkan Bandara General Santos, 17 Penerbangan Dibatalkan!
Rekomendasi
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Berita Terkini
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved