AS Akui Bergulat Dalam Masalah Rasisme, Desak Negara Lain untuk Terbuka
Rabu, 17 Juni 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Bremberg, dalam rujukan terselubung tentang etnis Uighur Muslim di provinsi Xinjiang, China, mengatakan bahwa negara anggota lainnya "dituduh menjalankan kamp konsentrasi yang diarahkan pada etnis minoritas. Dalam referensi yang jelas ke Iran, ia mengatakan bahwa negara lain telah membunuh lebih dari 1.500 demonstran.
Sementara itu, terkait debat mendesak, para aktivis mengatakan bahwa para pejabat AS sedang melobi negara-negara Afrika untuk meredam rancangan resolusi yang dipertimbangkan sehingga tidak akan menyebut Amerika Serikat atau membentuk komisi penyelidikan PBB, tetapi lebih merupakan misi pencarian fakta.
( Baca juga: Lewat Perintah Eksekutif, Trump Mereformasi Kepolisian AS )
Menurut rancangan awal resolusi, negara-negara Afrika menginginkan adanya mengadakan penyelidikan mengenai rasisme sistemik dan kebrutalan polisi di AS dan di tempat lain, yang bertujuan untuk membela hak-hak orang-orang keturunan Afrika.
Sementara itu, terkait debat mendesak, para aktivis mengatakan bahwa para pejabat AS sedang melobi negara-negara Afrika untuk meredam rancangan resolusi yang dipertimbangkan sehingga tidak akan menyebut Amerika Serikat atau membentuk komisi penyelidikan PBB, tetapi lebih merupakan misi pencarian fakta.
( Baca juga: Lewat Perintah Eksekutif, Trump Mereformasi Kepolisian AS )
Menurut rancangan awal resolusi, negara-negara Afrika menginginkan adanya mengadakan penyelidikan mengenai rasisme sistemik dan kebrutalan polisi di AS dan di tempat lain, yang bertujuan untuk membela hak-hak orang-orang keturunan Afrika.
(esn)
Lihat Juga :