Rusia Bombardir 64 Objek Militer Ukraina, Termasuk Sistem Rudal S-300 dan Buk-M1
Kamis, 31 Maret 2022 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk transportasi nasionalis dan tentara bayaran asing dari wilayah barat Ukraina, seperti terlihat jelas di foto, mereka menggunakan bus yang memiliki warna kendaraan sekolah dengan tanda 'Anak-anak' yang sesuai," kata Konashenkov.
Dia mencatat bahwa tentara Ukraina sering menggunakan kendaraan dengan simbol PBB dan OSCE (Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa), sementara ada kasus ketika senjata dikirim dalam truk dari perusahaan transportasi DHL.
Juru bicara kementerian itu memperingatkan bahwa Kyiv berencana untuk menyalakan api di sebuah sinagoge untuk memprovokasi tekanan politik organisasi keagamaan Yahudi di Rusia.
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional dengan Uni Eropa, AS, dan Inggris, antara lain, menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Menurut perkiraaan PBB, setidaknya 1.179 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 1.860 terluka, dengan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4 juta warga Ukraina juga telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dengan jutaan lainnya mengungsi di dalam negeri.
Dia mencatat bahwa tentara Ukraina sering menggunakan kendaraan dengan simbol PBB dan OSCE (Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa), sementara ada kasus ketika senjata dikirim dalam truk dari perusahaan transportasi DHL.
Juru bicara kementerian itu memperingatkan bahwa Kyiv berencana untuk menyalakan api di sebuah sinagoge untuk memprovokasi tekanan politik organisasi keagamaan Yahudi di Rusia.
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional dengan Uni Eropa, AS, dan Inggris, antara lain, menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Menurut perkiraaan PBB, setidaknya 1.179 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 1.860 terluka, dengan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4 juta warga Ukraina juga telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dengan jutaan lainnya mengungsi di dalam negeri.
(min)
Lihat Juga :