Uji Coba Teranyar Rudal Monster Korut Dituding Propaganda Palsu
Rabu, 30 Maret 2022 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Seoul dan Tokyo secara terpisah mengkonfirmasi pada saat itu, bahwa rudal yang diuji coba pada 24 Maret telah terbang lebih tinggi dan lebih lama daripada tes sebelumnya. Tetapi analis kemudian menunjuk pada perbedaan dalam akun Korut.
Baca: Kim Jong-un: Korut Kembangkan Kemampuan Menyerang yang Tak Bisa Dihentikan Siapa Pun
Pengumuman palsu itu kemungkinan merupakan upaya Pyongyang untuk mengkompensasi peluncuran yang gagal pada 16 Maret, ketika sebuah rudal, yang menurut para analis sebenarnya adalah Hwasong-17, meledak tak lama setelah peluncuran.
Menurut situs web spesialis yang berbasis di Seoul, NK News, puing-puing dari tes yang gagal jatuh di atau dekat Pyongyang sebagai bola asap berwarna merah zig-zag melintasi langit.
"Penduduk Pyongyang pasti terkejut oleh peluncuran yang gagal, dan itu mungkin telah mempengaruhi opini publik terhadap rezim Kim,” kata anggota parlemen Ha Tae-keung dari oposisi konservatif Partai Kekuatan Rakyat (PPP).
Media pemerintah Korut - Rodong Sinmun dan kantor berita KCNA - tidak melaporkan peluncuran yang gagal pada saat itu. Mereka biasanya membawa laporan tentang tes senjata yang berhasil dalam waktu 24 jam setelah peluncuran, seringkali dengan foto.
Tetapi peluncuran 24 Maret itu didengungkan di media pemerintah, dengan KCTV merilis video apik yang konon menunjukkan rudal raksasa itu berhasil diuji coba. Analis telah menunjukkan perbedaan dalam rekaman yang mungkin menunjukkan bagian dari peluncuran 24 Maret dipalsukan.
Baca: Kim Jong-un: Korut Kembangkan Kemampuan Menyerang yang Tak Bisa Dihentikan Siapa Pun
Pengumuman palsu itu kemungkinan merupakan upaya Pyongyang untuk mengkompensasi peluncuran yang gagal pada 16 Maret, ketika sebuah rudal, yang menurut para analis sebenarnya adalah Hwasong-17, meledak tak lama setelah peluncuran.
Menurut situs web spesialis yang berbasis di Seoul, NK News, puing-puing dari tes yang gagal jatuh di atau dekat Pyongyang sebagai bola asap berwarna merah zig-zag melintasi langit.
"Penduduk Pyongyang pasti terkejut oleh peluncuran yang gagal, dan itu mungkin telah mempengaruhi opini publik terhadap rezim Kim,” kata anggota parlemen Ha Tae-keung dari oposisi konservatif Partai Kekuatan Rakyat (PPP).
Media pemerintah Korut - Rodong Sinmun dan kantor berita KCNA - tidak melaporkan peluncuran yang gagal pada saat itu. Mereka biasanya membawa laporan tentang tes senjata yang berhasil dalam waktu 24 jam setelah peluncuran, seringkali dengan foto.
Tetapi peluncuran 24 Maret itu didengungkan di media pemerintah, dengan KCTV merilis video apik yang konon menunjukkan rudal raksasa itu berhasil diuji coba. Analis telah menunjukkan perbedaan dalam rekaman yang mungkin menunjukkan bagian dari peluncuran 24 Maret dipalsukan.
Lihat Juga :