Israel Akan Jadi Tuan Rumah KTT Bersejarah AS dan Negara-negara Arab
Sabtu, 26 Maret 2022 - 12:16 WIB
loading...
A
A
A
Blinken akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett sebelum bertemu dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas di markas besarnya di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Blinken juga akan mengunjungi Aljazair dan Maroko pada saat kawasan itu terguncang akibat perang Rusia di Ukraina.
“Kami tahu rasa sakit ini sangat terasa di Timur Tengah dan Afrika Utara, di mana sebagian besar negara mengimpor setidaknya setengah dari gandum mereka—sebagian besar dari Ukraina," kata Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri Yael Lempert kepada wartawan di Washington.
Sementara di Maroko, Blinken juga akan bertemu dengan penguasa de facto UEA, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.
Kunjungan Blinken juga dilakukan di tengah upaya Israel untuk menengahi solusi perang di Ukraina yang telah menyebabkan kerugian besar bagi kedua belah pihak dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Itu juga terjadi ketika Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk memulihkan perjanjian 2015 yang membatasi program pengembangan nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan sanksi terhadap negara itu.
Blinken juga akan mengunjungi Aljazair dan Maroko pada saat kawasan itu terguncang akibat perang Rusia di Ukraina.
“Kami tahu rasa sakit ini sangat terasa di Timur Tengah dan Afrika Utara, di mana sebagian besar negara mengimpor setidaknya setengah dari gandum mereka—sebagian besar dari Ukraina," kata Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri Yael Lempert kepada wartawan di Washington.
Sementara di Maroko, Blinken juga akan bertemu dengan penguasa de facto UEA, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.
Kunjungan Blinken juga dilakukan di tengah upaya Israel untuk menengahi solusi perang di Ukraina yang telah menyebabkan kerugian besar bagi kedua belah pihak dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Itu juga terjadi ketika Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk memulihkan perjanjian 2015 yang membatasi program pengembangan nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan sanksi terhadap negara itu.
(min)
Lihat Juga :