Media Inggris Sebut Prospek FSB Rusia Mengudeta Putin Tumbuh Setiap Minggu

Sabtu, 26 Maret 2022 - 10:45 WIB
loading...
Media Inggris Sebut Prospek FSB Rusia Mengudeta Putin Tumbuh Setiap Minggu
Media Inggris sebut prospek FSB Rusia mengudeta Presiden Vladimir Putin tumbuh setiap minggu. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Media Inggris, The Times, melaporkan prospek Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia meluncurkan kudeta terhadap Presiden Vladimir Putin tumbuh setiap minggu. Laporan itu mengeklaim bersumber dari internal badan intelijen Moskow.

The Times, mengutip aktivis Rusia yang diasingkan; Vladimir Osechkin, melaporkan seorang pengungkap fakta "di jantung intelijen Rusia" telah mengungkap ketidakpuasan di internal FSB atas invasi ke Ukraina.

Osechkin telah menempatkan dirinya dalam daftar orang yang paling dicari pemerintah Rusia untuk pekerjaan sebelumnya yang mengekspos pelecehan di penjara-penjara negara itu.

Informasi yang dia bagikan dari agen intelijen Rusia datang dalam bentuk hampir selusin surat.

Baca juga: Terungkap, Putin Kerahkan Kapal Selam Rudal ke Atlantik Utara saat Nuklirnya Siaga Tinggi

Osechkin mengatakan kepada The Times bahwa sebagian besar ketidakpuasan di antara agen FSB berasal dari efek sanksi Barat, yang berarti mereka tidak akan lagi dapat berlibur ke vila mereka di Italia dan membawa anak-anak mereka ke Disneyland Paris.

“Selama 20 tahun, Putin menciptakan stabilitas di Rusia. Petugas FSB, polisi, jaksa negara—orang-orang di dalam sistem—dapat menjalani kehidupan yang baik,” katanya.

“Tapi sekarang semua itu sudah hilang. Mereka mengakui bahwa perang ini adalah bencana bagi ekonomi, bagi kemanusiaan. Mereka tidak ingin kembali ke [era] Uni Soviet."

“Untuk setiap minggu dan setiap bulan perang ini berlanjut, kemungkinan pemberontakan oleh mereka yang berada di dinas keamanan meningkat," lanjut dia.

Osechkin mengatakan sumbernya mengambil "risiko yang sangat besar" dengan mengiriminya surat, mengingat intoleransi brutal rezim Putin terhadap perbedaan pendapat.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2720 seconds (11.252#12.26)