Rusia: AS Tidak Berhak Menghukum Iran
Rabu, 17 Juni 2020 - 01:18 WIB
loading...
A
A
A
Iran di bawah kesepakatan itu berkomitmen untuk mengekang kegiatan nuklirnya dengan imbalan bantuan sanksi dan manfaat lainnya.
Tetapi Teheran perlahan-lahan meninggalkan komitmennya setelah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meninggalkan kesepakatan dua tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi.
Menurut penilaian IAEA, badan pemantau nuklir PBB, persediaan uranium yang diperkaya Iran sekarang hampir delapan kali lipat dari batas yang ditetapkan dalam perjanjian.
Namun, tingkat pengayaannya masih jauh di bawah apa yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.
Pada hari Senin, kepala pengawas nuklir PBB meminta Iran untuk memungkinkan akses cepat ke dua lokasi di mana aktivitas nuklir sebelumnya mungkin terjadi. (Baca: Iran Blokir Inspeksi ke Situs Nuklir )
Tetapi Teheran perlahan-lahan meninggalkan komitmennya setelah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meninggalkan kesepakatan dua tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi.
Menurut penilaian IAEA, badan pemantau nuklir PBB, persediaan uranium yang diperkaya Iran sekarang hampir delapan kali lipat dari batas yang ditetapkan dalam perjanjian.
Namun, tingkat pengayaannya masih jauh di bawah apa yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.
Pada hari Senin, kepala pengawas nuklir PBB meminta Iran untuk memungkinkan akses cepat ke dua lokasi di mana aktivitas nuklir sebelumnya mungkin terjadi. (Baca: Iran Blokir Inspeksi ke Situs Nuklir )
(ber)
Lihat Juga :