Pelapor HAM PBB Desak Korut Buka Pintu bagi Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 22 Maret 2022 - 01:30 WIB
loading...
Pelapor HAM PBB Desak...
Pelapor HAM PBB Desak Korut Buka Pintu bagi Bantuan Kemanusiaan. FOTO/KCNA
A A A
JENEWA - Seorang penyelidik hak asasi manusia PBB , Tomas Ojea Quintana, meminta Korea Utara (Korut) untuk membuka kembali perbatasannya guna membantu pekerja dan impor makanan. Hal ini perlu dilakukan mengingat warga Korut berada dalam kondisi kelaparan.

Quintana mengatakan, isolasi diri lebih lanjut selama pandemi COVID-19 mungkin telah membuat banyak warga Korut menghadapi "kelaparan dan kelaparan". Berbicara kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Quintana mengatakan, kerawanan pangan kronis sudah meluas sebelum pandemi dimulai dua tahun lalu.

Baca: Pelapor HAM PBB Minta Dunia Kirim 60 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Korut

Menurutnya, hanya 29 persen anak-anak berusia enam bulan hingga 23 bulan yang menerima diet minimum yang dapat diterima.

“Sekarang, di saat negara ini masih dalam cengkeraman langkah-langkah ketat COVID-19, ada kekhawatiran serius bahwa segmen populasi yang paling rentan mungkin menghadapi kelaparan dan kelaparan,” kata Quintana, seperti dikutip dari Reuters.

Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) - nama resmi Korut - belum melaporkan kasus COVID-19 dan telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat sejak awal pandemi, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

Badan-badan bantuan asing dan kedutaan besar, sebagian besar meninggalkan negara itu setelah pembatasan membuat sulit mempertahankan kehadiran di sana.

Baca: Minggu Siang, Korea Utara Luncurkan 4 Roket dalam Satu Jam

Quintana pun mendesak Korut untuk "secara bertahap membuka perbatasannya dan segera mengizinkan kembalinya badan-badan PBB, organisasi internasional lainnya dan komunitas diplomatik, dan untuk kegiatan ekonomi dan pergerakan orang".

Korut sendiri tidak mengakui mandat Quintana sebagai pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di DPRK atau mengizinkannya berkunjung ke wiayah Korut. Delegasinya tidak mengambil posisi selama debat.

“Upaya diplomatik yang bertujuan membuat Pyongyang meninggalkan senjata nuklir juga harus fokus pada masalah hak yang sudah berlangsung lama,” kata Quintana. Ini termasuk kebutuhan untuk membebaskan orang-orang yang ditahan dalam sistem "kwanliso" atau kamp penjara politik yang katanya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan - tuduhan yang telah ditolak Pyongyang.

Quintana mencatat bahwa Korut telah mengalokasikan 15,9 persen dari anggaran nasionalnya untuk pertahanan. “Pemerintah memiliki kewajiban untuk memprioritaskan hak atas pangan yang memadai ketika mengalokasikan sumber daya negara," katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Korea Utara Bantah Keras...
Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Infografis
Cegah Penyebaran Omicron,...
Cegah Penyebaran Omicron, RI Tutup Pintu bagi WNA dari 14 Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved