Diminta Kirim Sistem Rudal S-400 ke Ukraina, Turki Diimingi Jet Siluman F-35 AS
Senin, 21 Maret 2022 - 08:59 WIB
loading...
AS meminta Turki kirim sistem rudal S-400 ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia dan sebagai gantinya Ankara akan memperoleh jet tempur siluman F-35 dan sanksi Washington akan dicabut. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) minta Turki untuk mengirim sistem rudal S-400 ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia . Sebagai imbalannya, Ankara akan memperoleh jet tempur siluman F-35 dan sanksi dari Washington akan dicabut.
Kedua negara sekutu NATO itu dilaporkan sedang dalam pembicaraan mengenai kesediaan Ankara untuk mengirim S-400 ke Ukraina dan imbalannya.
“Kami sedang dalam pembicaraan berkelanjutan dengan Ankara untuk melihatnya menyerahkan sistem S-400 dan mengirimkannya ke Kiev,” kata seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya kepada Sky News Arabia, Minggu (20/3/2022).
Sebagai gantinya, pejabat itu mengatakan, Turki dapat kembali ke program F-35 dan pencabutan sanksi yang diberlakukan oleh Washington.
Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky: Gagal Negosiasi dengan Putin Berarti Perang Dunia III
Sebuah laporan sebelumnya dari Reuters pada Sabtu pekan lalu, yang mengutip tiga sumber, menyatakan bahwa AS telah melayangkan gagasan itu ke Turki selama sebulan terakhir.
Kedua negara sekutu NATO itu dilaporkan sedang dalam pembicaraan mengenai kesediaan Ankara untuk mengirim S-400 ke Ukraina dan imbalannya.
“Kami sedang dalam pembicaraan berkelanjutan dengan Ankara untuk melihatnya menyerahkan sistem S-400 dan mengirimkannya ke Kiev,” kata seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya kepada Sky News Arabia, Minggu (20/3/2022).
Sebagai gantinya, pejabat itu mengatakan, Turki dapat kembali ke program F-35 dan pencabutan sanksi yang diberlakukan oleh Washington.
Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky: Gagal Negosiasi dengan Putin Berarti Perang Dunia III
Sebuah laporan sebelumnya dari Reuters pada Sabtu pekan lalu, yang mengutip tiga sumber, menyatakan bahwa AS telah melayangkan gagasan itu ke Turki selama sebulan terakhir.
Lihat Juga :