AS Takut Rusia Gunakan Senjata Nuklir Jika Ukraina Gagalkan Invasi

Sabtu, 19 Maret 2022 - 00:06 WIB
loading...
AS Takut Rusia Gunakan...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Intelijen AS takut Putin akan nekat menggunakan senjata nuklir jika Ukraina menggalkan invasi Rusia. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) takut Presiden Rusia Vladimir Putin akan nekat menggunakan senjata nuklir jika pasukan pertahanan Ukraina terus menggagalkan invasi Moskow.

Direktur Badan Intelijen Pertahanan Amerika Letnan Jenderal Scott Berrier menguraikan ketakutannya tersebut dalam sebuah laporan tentang ancaman global tertanggal 15 Maret, yang diperoleh Fox News.

“Karena perang ini dan konsekuensinya secara perlahan melemahkan kekuatan konvensional Rusia, Rusia kemungkinan akan semakin mengandalkan penangkal nuklirnya untuk memberi sinyal kepada Barat dan memproyeksikan kekuatan kepada audiens internal dan eksternalnya,” tulis dia.

Letnan Jenderal Berrier mengatakan penempatan pasukan nuklir Moskow baru-baru ini dalam siaga tinggi kemungkinan dimaksudkan untuk mengintimidasi, dan bahwa Kremlin dapat mengancam untuk menggunakan senjata nuklir taktis non-strategis untuk menakut-nakuti musuh agar tunduk.

Baca juga: Invasi ke Ukraina Bakal Jadi Perang Nuklir? Ini Jawaban Menlu Rusia

“Rusia memandang kekuatan nuklir yang kuat dan dapat bertahan sebagai fondasi keamanan nasionalnya, dan kekuatan tujuan umum yang dimodernisasi sebagai hal yang penting untuk menghadapi ancaman militer konvensional dan memproyeksikan kekuatan Rusia di luar negeri,” lanjut Berrier, yang dilansir Jumat (18/3/2022).

Senjata nuklir telah menjadi kekhawatiran Barat dalam perang di Ukraina ketika Presiden Putin memerintahkan komandan militernya untuk menempatkan senjata nuklir dalam siaga tinggi pada 27 Feburari lalu.

Perintah itu sebenarnya sebagai respons atas pernyataan agresif oleh para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sanksi ekonomi dari banyak negara terhadap Moskow.

"Seperti yang Anda lihat, tidak hanya negara-negara Barat yang mengambil tindakan tidak bersahabat terhadap negara kita dalam dimensi ekonomi-maksud saya sanksi ilegal yang diketahui semua orang dengan sangat baik-tetapi juga para pejabat tinggi negara-negara NATO terkemuka membiarkan diri mereka membuat pernyataan agresif pada negara kami," kata Putin.

Moskow saat ini tercatat sebagai pemilik senjata nuklir terbanyak di dunia, bahkan melebihi yang dimiliki AS.

"Saya memerintahkan menteri pertahanan dan kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia untuk menempatkan pasukan pencegahan tentara Rusia ke dalam mode layanan tempur khusus," kata Putin. Pasukan pencegahan yang dimaksud adalah pasukan yang mengoperasikan senjata nuklir.

Perintah Putin itu langsung disanggupi militer Rusia.

Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari lalu, mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia. Namun, Moskow menolak narasi invasi dan memilih narasi operasi militer khusus dalam aksinya di Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved