Presiden Afsel Salahkan NATO atas Perang Rusia-Ukraina

Jum'at, 18 Maret 2022 - 04:30 WIB
loading...
Presiden Afsel Salahkan...
Presiden Afsel Salahkan NATO atas Perang Rusia-Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
JOHANNESBURG - Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa pada Kamis (17/3/2022) menyalahkan NATO atas perang di Ukraina . Ia mengaku akan menolak seruan untuk mengutuk Rusia yang digaungkan negara-negara Barat.

"Perang bisa dihindari jika NATO telah mengindahkan peringatan dari para pemimpin dan pejabatnya sendiri selama bertahun-tahun, bahwa ekspansi ke arah timur akan menyebabkan ketidakstabilan yang lebih besar, tidak kurang, di kawasan itu," kata Ramaphosa, seperti dikutip dari Reuters.

Baca: Diminta NATO Tidak Dukung Rusia, China Beri Jawaban Menohok

Meski demikian, Ramaphosa mengatakan, Afsel tidak dapat memaafkan penggunaan kekuatan dan pelanggaran hukum internasional, sebuah referensi yang jelas untuk invasi Rusia pada 24 Februari ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata dan "mendenazifikasi" Ukraina.

Ramaphosa juga mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah meyakinkannya secara pribadi, bahwa negosiasi sedang membuat kemajuan. Pemimpin Afrika Selatan itu juga mengatakan, dia belum berbicara dengan presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pada hari Jumat, kantor Ramaphosa mengatakan, Afsel telah diminta untuk menengahi konflik Rusia-Ukraina, dan bahwa dia telah mengatakan kepada Putin bahwa hal itu harus diselesaikan melalui negosiasi. Dia tidak mengatakan siapa yang memintanya untuk campur tangan.

Baca: Sekjen NATO kepada Putin: Hentikan Perang Ini Segera

"Ada orang-orang yang bersikeras bahwa kita harus mengambil sikap yang sangat bermusuhan terhadap Rusia. Pendekatan yang akan kita ambil (sebagai gantinya) adalah bersikeras bahwa harus ada dialog. Berteriak dan berteriak tidak akan mengakhiri konflik ini," tambah Ramaphosa.

Hingga kini, invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki pekan ke-4. Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa dan Asia telah menjatuhkan sanksi kepada para pemimpin, perusahaan, dan pengusaha Rusia, memutus Rusia dari sebagian besar ekonomi dunia.



Putin mengatakan bahwa apa yang dia sebut operasi militer khusus di Ukraina diperlukan, karena AS menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia, dan Rusia harus bertahan melawan "genosida" orang-orang berbahasa Rusia oleh Kiev.

Sementara Ukraina menyatakan bahwa klaim genosida Putin adalah omong kosong. Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov mengatakan kepada anggota parlemen Uni Eropa pada hari Rabu, bahwa mereka harus mengakui Putin sebagai penjahat perang.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved