Australia Jatuhkan Sanksi pada 33 Orang Kaya Rusia Termasuk Roman Abramovich

Senin, 14 Maret 2022 - 11:35 WIB
loading...
Australia Jatuhkan Sanksi...
Pemilik Chelsea Football Club; Roman Abramovich, termasuk di antara 33 orang kaya Rusia yang jadi target sanksi baru oleh Australia. Foto/REUTERS
A A A
SYDNEY - Pemerintah Australia pada Senin (14/3/2022) mengumumkan penjatuhan sanksi baru yang akan berdampak pada 33 oligarki Rusia terkait invasi Moskow ke Ukraina . Di antara target itu adalah pemilik Chelsea Football Club; Roman Abramovich.

Dalam pengumuman yang menjadi berita utama di New York Times, Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan sanksi tersebut secara khusus ditargetkan pada 33 orang kaya Rusia.

“Sanksi yang diumumkan hari ini memperkuat komitmen Australia untuk memberikan sanksi kepada orang-orang yang telah mengumpulkan kekayaan pribadi yang sangat besar dan memiliki arti ekonomi dan strategis bagi Rusia, termasuk sebagai akibat dari hubungan mereka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Mereka termasuk Roman Abramovich, pemilik Chelsea Football Club, Alexey Miller CEO Gazprom, Dmitri Lebedev Ketua Rossiya, Sergey Chemezov Chair of Rostec, Nikolay Tokarev CEO Transneft, Igor Shuvalov Chairman Vnesheconombank (VEB.RF) dan Kirill Dmitriev CEO dari Russian Direct Investment Fund (RDIF)," papar Payne.

Baca juga: Zelensky: Bantuan Senjata Barat untuk Ukraina Tidak Gratis

“Kami sangat mendukung pengumuman baru-baru ini oleh Kanada, Uni Eropa, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat tentang tindakan pembatasan lebih lanjut terhadap individu-individu penting Rusia," imbuh dia.

Sementara itu, Rusia menyatakan tidak akan meminta AS dan negara-negara anggota Uni Eropa untuk mencabut sanksi. Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Vershinin mengatakan tekanan dari Barat dan seluruh dunia tidak akan mengubah arah Moskow terhadap Ukraina.

"Sanksi bukanlah keputusan kami. Sanksi dikenakan oleh mereka yang, seperti AS, dan-mari kita langsung-satelitnya, ingin menekan Rusia, menempatkan ekonomi kita dan orang Rusia biasa dalam situasi yang sangat sulit, melakukan ini sebagai hukuman atas keputusan politik berdaulat Rusia," kata Vershinin dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Izvestia.

Diplomat tersebut telah mencatat bahwa Rusia tidak akan meminta sanksi-sanksi itu dicabut, karena perintah terhadap negara tersebut tidak sah dan, selain itu, tidak efektif sebagai sarana untuk memberikan tekanan.

"Kami tidak akan meminta sanksi ini dicabut. Kami hanya akan mengembangkan ekonomi kami sendiri dan kemampuan kami untuk berkembang secara mandiri, mengandalkan teman dan orang yang berpikiran sama yang kami miliki," kata Vershinin.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
Alasan Sekutu Desak...
Alasan Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved