Hoaks! Rusia Mengebom Masjid Sultan Suleiman di Ukraina, Ini Faktanya
Minggu, 13 Maret 2022 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
“Sebuah bom dijatuhkan 700 meter dari masjid, tapi kami baik-baik saja,” katanya kepada Turkish News Portal dalam wawancara yang disiarkan di YouTube dan dilansir Middle East Eye.
"Tidak ada listrik, air atau gas di kota, sementara kami telah menyimpan 25 ton air... Kami melakukan yang terbaik untuk menawarkan perlindungan bagi warga kami."
Dia menambahkan bahwa terlalu berbahaya untuk dievakuasi karena kota masih di bawah pengeboman berat, tetapi Rusia telah mengizinkan lewatnya bus untuk mengumpulkan warga Turki di Mariupol.
Gara-gara laporan yang bersumber dari Kementerian Luar Negeri Ukraina tersebut, kerabat warga Turki yang berlindung di masjid mulai membagikan rincian orang yang mereka cintai secara online. Hanya saja, upaya mereka mengalami kegagalan karena jaringan seluler dan internet terganggu di Mariupol.
Ukraina menuduh Rusia mengebom kota itu tanpa pandang bulu dan melakukan blokade yang menyebabkan ribuan orang terperangkap di Mariupol.
Rusia membantah klaim tersebut dan menyalahkan Ukraina atas keterlambatan evakuasi.
Pada hari Jumat, penasihat wali kota Mariupol, Piotr Andryushchenko, menulis di Facebook bahwa penembakan sedang berlangsung ke arah masjid.
"Apakah Erdogan tahu bahwa dalam hitungan menit [penembakan] dapat menghancurkan 86 warganya?" tulisnya, mengacu pada presiden Turki.
"Tidak ada listrik, air atau gas di kota, sementara kami telah menyimpan 25 ton air... Kami melakukan yang terbaik untuk menawarkan perlindungan bagi warga kami."
Dia menambahkan bahwa terlalu berbahaya untuk dievakuasi karena kota masih di bawah pengeboman berat, tetapi Rusia telah mengizinkan lewatnya bus untuk mengumpulkan warga Turki di Mariupol.
Gara-gara laporan yang bersumber dari Kementerian Luar Negeri Ukraina tersebut, kerabat warga Turki yang berlindung di masjid mulai membagikan rincian orang yang mereka cintai secara online. Hanya saja, upaya mereka mengalami kegagalan karena jaringan seluler dan internet terganggu di Mariupol.
Ukraina menuduh Rusia mengebom kota itu tanpa pandang bulu dan melakukan blokade yang menyebabkan ribuan orang terperangkap di Mariupol.
Rusia membantah klaim tersebut dan menyalahkan Ukraina atas keterlambatan evakuasi.
Pada hari Jumat, penasihat wali kota Mariupol, Piotr Andryushchenko, menulis di Facebook bahwa penembakan sedang berlangsung ke arah masjid.
"Apakah Erdogan tahu bahwa dalam hitungan menit [penembakan] dapat menghancurkan 86 warganya?" tulisnya, mengacu pada presiden Turki.
Lihat Juga :