Dituding Bombardir RS di Mariupol, Jubir Kemenlu Rusia: Ini adalah Terorisme Informasi
Kamis, 10 Maret 2022 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat Rusia lainnya mengambil garis yang lebih agresif pada hari Kamis, menolak laporan pemboman rumah sakit, dan menyebutnya sebagai berita palsu. "Ini adalah terorisme informasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
Baca: Negosiasi di Turki Gagal, Perang Rusia vs Ukraina Berlanjut
Dmitry Polyanskiy, wakil tetap pertama Rusia untuk PBB, melangkah lebih jauh. Ia mengatakan, bangunan yang dihantam adalah bekas rumah sakit bersalin yang telah diambil alih oleh pasukan Ukraina.
"Begitulah berita palsu lahir," katanya, seraya menambahkan bahwa Rusia telah memperingatkan pada 7 Maret bahwa rumah sakit telah diubah menjadi objek militer, dari mana orang Ukraina menembak.
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyatakan, Ukraina "telah dibuat 'anti-Rusia' selama bertahun-tahun." Lavrov mengangkat isu penembakan rumah sakit bersalin di Mariupol. Menurut Lavrov, tidak ada pasien dan staf di rumah sakit bersalin ini, bangunan itu telah lama menjadi basis para ekstremis.
Baca: Negosiasi di Turki Gagal, Perang Rusia vs Ukraina Berlanjut
Dmitry Polyanskiy, wakil tetap pertama Rusia untuk PBB, melangkah lebih jauh. Ia mengatakan, bangunan yang dihantam adalah bekas rumah sakit bersalin yang telah diambil alih oleh pasukan Ukraina.
"Begitulah berita palsu lahir," katanya, seraya menambahkan bahwa Rusia telah memperingatkan pada 7 Maret bahwa rumah sakit telah diubah menjadi objek militer, dari mana orang Ukraina menembak.
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyatakan, Ukraina "telah dibuat 'anti-Rusia' selama bertahun-tahun." Lavrov mengangkat isu penembakan rumah sakit bersalin di Mariupol. Menurut Lavrov, tidak ada pasien dan staf di rumah sakit bersalin ini, bangunan itu telah lama menjadi basis para ekstremis.
Lihat Juga :