Negosiasi di Turki Gagal, Perang Rusia vs Ukraina Berlanjut
Kamis, 10 Maret 2022 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Kuleba, menjelang pembicaraan dengan Lavrov, sudah menyampaikan bahwa harapannya rendah untuk menghasilkan konsesi. Negosiator Rusia, Leonid Slutsky, mengatakan; "Moskow tidak akan mengakui satu pun poin negosiasi."
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengatakan kepada wartawan dalam sebuah briefing bahwa Ukraina terus-menerus mengusulkan pembicaraan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Lavrov mengatakan pada hari Kamis bahwa Putin tidak akan menolak pertemuan dengan Zelensky untuk membahas masalah spesifik.
Pembicaraan sebelumnya difokuskan terutama pada penciptaan gencatan senjata lokal terbatas untuk menjangkau warga sipil di kota-kota yang terkepung, terutama Mariupol, pelabuhan selatan di mana ratusan ribu orang telah terperangkap tanpa akses ke air, obat-obatan atau makanan dalam kondisi yang disebut Palang Merah sebagai "apokaliptik".
Meskipun gagal mendapatkan jaminan dari Rusia untuk evakuasi, militer Ukraina mengumumkan pada Kamis siang bahwa pada hari yang sama beberapa koridor kemanusiaan akan dibuka.
Warga sipil, lanjut militer Ukraina, akan mencoba mengungsi dengan bus dari wilayah Sumy melalui 3 koridor, dan dari Izum, Mariupol, Volnovakha, Borodianka, Bucha, Irpin, Gostomel.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan pada hari Rabu bahwa Rusia telah mengganggu koridor kemanusiaan untuk ketiga kalinya.
Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk mengatakan bahwa Ukraina harus mencoba membangun koridor kemanusiaan ke kota pesisir Mariupol yang dikelilingi Laut Azov, atau mengevakuasi warga sipil melalui laut.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengatakan kepada wartawan dalam sebuah briefing bahwa Ukraina terus-menerus mengusulkan pembicaraan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Lavrov mengatakan pada hari Kamis bahwa Putin tidak akan menolak pertemuan dengan Zelensky untuk membahas masalah spesifik.
Pembicaraan sebelumnya difokuskan terutama pada penciptaan gencatan senjata lokal terbatas untuk menjangkau warga sipil di kota-kota yang terkepung, terutama Mariupol, pelabuhan selatan di mana ratusan ribu orang telah terperangkap tanpa akses ke air, obat-obatan atau makanan dalam kondisi yang disebut Palang Merah sebagai "apokaliptik".
Meskipun gagal mendapatkan jaminan dari Rusia untuk evakuasi, militer Ukraina mengumumkan pada Kamis siang bahwa pada hari yang sama beberapa koridor kemanusiaan akan dibuka.
Warga sipil, lanjut militer Ukraina, akan mencoba mengungsi dengan bus dari wilayah Sumy melalui 3 koridor, dan dari Izum, Mariupol, Volnovakha, Borodianka, Bucha, Irpin, Gostomel.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan pada hari Rabu bahwa Rusia telah mengganggu koridor kemanusiaan untuk ketiga kalinya.
Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk mengatakan bahwa Ukraina harus mencoba membangun koridor kemanusiaan ke kota pesisir Mariupol yang dikelilingi Laut Azov, atau mengevakuasi warga sipil melalui laut.
Lihat Juga :