Rusia: Biolab AS di Ukraina Kembangkan Komponen Senjata Biologis

Kamis, 10 Maret 2022 - 06:23 WIB
loading...
A A A
Kementerian Pertahanan Rusia menerbitkan dokumen pada hari Minggu yang menunjukkan bahwa Menteri Kesehatan Ukraina Viktor Liashko memerintahkan penghancuran sejumlah patogen berbahaya di seluruh fasilitas biolab Ukraina, termasuk antraks, pes, tularemia, kolera, dan penyakit mematikan lainnya.

Sehari kemudian, Kementerian Pertahanan Rusia mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan bahwa jaringan lebih dari 30 biolab yang didanai AS telah beroperasi di seluruh Ukraina, dengan beberapa fasilitas dikhawatirkan terlibat dalam produksi senjata kimia, dan yang lainnya mengirimkan sampel serum pasien "etnis Slavia" ke Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed di Silver Spring, Maryland dengan dalih menguji metode pengobatan COVID-19, untuk alasan yang belum diketahui.

Pada hari Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian meminta Amerika Serikat untuk mengklarifikasi sejauh mana kegiatan biologis militernya di seluruh dunia, menunjukkan bahwa Departemen Pertahanan AS mengendalikan beberapa "336 biolab di 30 negara dengan dalih kerja bersama untuk mengurangi risiko biosekuriti dan memperkuat kesehatan global.

"Apa tujuan sebenarnya Amerika? Apa sebenarnya yang mereka lakukan?" tanya Zhao.

Baca juga: China Desak Pentagon Buka-bukaan Soal Biolab di Ukraina

Pejabat keamanan Rusia dan Kementerian Luar Negeri telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengungkapkan keprihatinan serius tentang kegiatan biolab yang didanai AS di Ukraina dan republik pasca-Soviet lainnya, termasuk Kazakhstan, Tajikistan, Kirgistan, Armenia, dan Georgia.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved