Rusia Bongkar Rencana Ukraina Rebut Paksa Donbass, Instruktur AS Diduga Terlibat
Rabu, 09 Maret 2022 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
“Ini juga dapat dilihat sebagai memberikan perhatian yang signifikan pada masalah pemilihan personel, evaluasi semua yang terlibat oleh psikolog dan memastikan motivasi tinggi mereka," ungkap Mayor Jenderal Igor Konashenkov.
“Dokumen tersebut juga berisi instruksi untuk semua kegiatan yang bertujuan mencapai koordinasi tempur nasionalis yang harus diselesaikan pada 28 Februari, untuk memastikan pemenuhan misi tempur sebagai bagian dari Operasi Pasukan Gabungan Ukraina di Donbass," papar Konashenkov.
Menurut dia, operasi militer khusus Rusia, yang diluncurkan pada 24 Februari 2022, dengan demikian telah mendahului dan menggagalkan serangan skala besar oleh kelompok-kelompok pasukan Ukraina di Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk.
Dia menambahkan, unit militer Ukraina yang direncanakan akan digunakan dalam serangan Donbass telah dilatih oleh instruktur Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Lvov sejak 2016.
Pada Februari, Rusia secara resmi mengakui Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) serta melancarkan operasi militer khusus di Ukraina setelah otoritas DPR dan LPR meminta bantuan mempertahankan diri dari serangan lanjutan oleh pasukan Ukraina.
Pemerintah Rusia menyatakan tujuan operasi adalah menetralisir kapasitas militer Ukraina dan de-Nazify.
DPR dan LPR didirikan pada musim semi 2014 sebagai tanggapan atas kudeta di Kiev, yang menyaksikan penggulingan pemerintah negara itu dan penggantiannya oleh kekuatan ultranasionalis dan pro-Barat.
“Dokumen tersebut juga berisi instruksi untuk semua kegiatan yang bertujuan mencapai koordinasi tempur nasionalis yang harus diselesaikan pada 28 Februari, untuk memastikan pemenuhan misi tempur sebagai bagian dari Operasi Pasukan Gabungan Ukraina di Donbass," papar Konashenkov.
Menurut dia, operasi militer khusus Rusia, yang diluncurkan pada 24 Februari 2022, dengan demikian telah mendahului dan menggagalkan serangan skala besar oleh kelompok-kelompok pasukan Ukraina di Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk.
Dia menambahkan, unit militer Ukraina yang direncanakan akan digunakan dalam serangan Donbass telah dilatih oleh instruktur Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Lvov sejak 2016.
Pada Februari, Rusia secara resmi mengakui Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR) serta melancarkan operasi militer khusus di Ukraina setelah otoritas DPR dan LPR meminta bantuan mempertahankan diri dari serangan lanjutan oleh pasukan Ukraina.
Pemerintah Rusia menyatakan tujuan operasi adalah menetralisir kapasitas militer Ukraina dan de-Nazify.
DPR dan LPR didirikan pada musim semi 2014 sebagai tanggapan atas kudeta di Kiev, yang menyaksikan penggulingan pemerintah negara itu dan penggantiannya oleh kekuatan ultranasionalis dan pro-Barat.
(sya)
Lihat Juga :