Standar Ganda Media Barat: Ukraina Melawan Dicap Pahlawan, Palestina Melawan Dicap Teroris
Selasa, 08 Maret 2022 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
Warga Palestina di Gaza telah menderita blokade perdagangan oleh Israel selama 15 tahun terakhir, yang dirancang untuk menempatkan mereka pada "diet kelaparan".
Para pengunjuk rasa, termasuk wanita, anak-anak dan orang-orang di kursi roda, secara teratur melemparkan batu ke arah sniper Israel yang jauh, tersembunyi di balik benteng, sebagai cara simbolis untuk menuntut kebebasan mereka. Para pengunjuk rasa ini sering ditembak oleh tentara Israel sebagai respons.
Media barat sesekali menawarkan kesedihan atas nyawa yang hilang atau kaki yang diamputasi dari para warga Palestina yang menjadi sasaran sniper Israel.
"Tapi tak satu pun dari mereka yang mendukung 'perlawanan' Palestina ini seperti yang mereka lakukan terhadap Ukraina. Lebih biasanya, para pengunjuk rasa diperlakukan sebagai penipu atau provokator Hamas," papar Cook.
"Gaza, tidak seperti Ukraina, tidak memiliki tentara, dan para pejuangnya, tidak seperti Ukraina, tidak dipersenjatai oleh Barat."
Surat kabar The Guardian bahkan menyensor kartunisnya Steve Bell ketika dia berusaha menggambarkan salah satu korban sniper Israel, seorang perawat, Razan al-Najjar, yang berusaha membantu yang terluka.
Surat kabar itu menyiratkan bahwa kartun–perdana menteri Inggris saat itu, Theresa May, menyambut mitranya dari Israel, Benjamin Netanyahu, ke London, dengan al-Najjar sebagai korban di belakang mereka di perapian–adalah anti-Semit.
Para pengunjuk rasa, termasuk wanita, anak-anak dan orang-orang di kursi roda, secara teratur melemparkan batu ke arah sniper Israel yang jauh, tersembunyi di balik benteng, sebagai cara simbolis untuk menuntut kebebasan mereka. Para pengunjuk rasa ini sering ditembak oleh tentara Israel sebagai respons.
Media barat sesekali menawarkan kesedihan atas nyawa yang hilang atau kaki yang diamputasi dari para warga Palestina yang menjadi sasaran sniper Israel.
"Tapi tak satu pun dari mereka yang mendukung 'perlawanan' Palestina ini seperti yang mereka lakukan terhadap Ukraina. Lebih biasanya, para pengunjuk rasa diperlakukan sebagai penipu atau provokator Hamas," papar Cook.
"Gaza, tidak seperti Ukraina, tidak memiliki tentara, dan para pejuangnya, tidak seperti Ukraina, tidak dipersenjatai oleh Barat."
Surat kabar The Guardian bahkan menyensor kartunisnya Steve Bell ketika dia berusaha menggambarkan salah satu korban sniper Israel, seorang perawat, Razan al-Najjar, yang berusaha membantu yang terluka.
Surat kabar itu menyiratkan bahwa kartun–perdana menteri Inggris saat itu, Theresa May, menyambut mitranya dari Israel, Benjamin Netanyahu, ke London, dengan al-Najjar sebagai korban di belakang mereka di perapian–adalah anti-Semit.
Lihat Juga :