Trump Sarankan Pasang Bendera China di Jet Tempur F-22 untuk Membom Rusia
Senin, 07 Maret 2022 - 19:29 WIB
loading...
Mantan Presiden AS Donald Trump. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melempar lelucon bahwa Washington harus "mengebom" Rusia menggunakan jet tempur F-22 yang dihiasi bendera China.
Lelucon itu dilontarkan Trump saat berpidato di depan para donor Komite Nasional Partai Republik pada Sabtu (5/3/2022).
“Dan kemudian kita katakan, China melakukannya,” ujar Trump, menurut CBS News, yang mengutip sumber yang hadir di acara tersebut, dilansir RT.com pada Minggu (6/3/2022).
Baca juga: Waspada Perang Meluas, Australia Bangun Pangkalan Kapal Selam Nuklir Rp107 Triliun
Trump menambahkan, “Kemudian mereka mulai berkelahi satu sama lain, dan kita duduk dan menonton.”
Baca juga: Disuruh Barat Kutuk Invasi Rusia, PM Pakistan Marah: Apakah Kami Budakmu?
Peserta konferensi dilaporkan tertawa terbahak-bahak atas saran Trump, yang mungkin atau mungkin tidak mereka pertimbangkan selama operasi militer Rusia di Ukraina, saat Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken melontarkan tuduhan operasi "bendera palsu" oleh Rusia.
Baca juga: Ukraina Sebut 20.000 Tentara Bayaran Segera Datang, Tapi Siapa Mereka?
Tidak seperti AS dan sekutunya, China dengan sengaja menghindari terseret dalam hiruk-pikuk sanksi yang dipicu konflik di Ukraina, dengan tetap bersikap netral.
Lelucon itu dilontarkan Trump saat berpidato di depan para donor Komite Nasional Partai Republik pada Sabtu (5/3/2022).
“Dan kemudian kita katakan, China melakukannya,” ujar Trump, menurut CBS News, yang mengutip sumber yang hadir di acara tersebut, dilansir RT.com pada Minggu (6/3/2022).
Baca juga: Waspada Perang Meluas, Australia Bangun Pangkalan Kapal Selam Nuklir Rp107 Triliun
Trump menambahkan, “Kemudian mereka mulai berkelahi satu sama lain, dan kita duduk dan menonton.”
Baca juga: Disuruh Barat Kutuk Invasi Rusia, PM Pakistan Marah: Apakah Kami Budakmu?
Peserta konferensi dilaporkan tertawa terbahak-bahak atas saran Trump, yang mungkin atau mungkin tidak mereka pertimbangkan selama operasi militer Rusia di Ukraina, saat Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken melontarkan tuduhan operasi "bendera palsu" oleh Rusia.
Baca juga: Ukraina Sebut 20.000 Tentara Bayaran Segera Datang, Tapi Siapa Mereka?
Tidak seperti AS dan sekutunya, China dengan sengaja menghindari terseret dalam hiruk-pikuk sanksi yang dipicu konflik di Ukraina, dengan tetap bersikap netral.
Lihat Juga :