Profil Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya Pendukung Invasi Rusia di Ukraina

Senin, 07 Maret 2022 - 15:13 WIB
loading...
Profil Ramzan Kadyrov,...
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov (kanan) bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
A A A
GROZNY - Nama Ramzan Kadyrov menjadi sorotan publik setelah dirinya mengirimkan dukungan atas invasi Rusia di Ukraina. Dia mengirimkan 12.000 pasukan militer Chechnya untuk membantu Rusia di Ukraina.

Sejak menggantikan sang ayah menjadi Presiden pada tahun 2007, Ramzan memang telah mengabdikan dirinya untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Padahal jauh sebelum itu, dia dan ayahnya tergabung dalam pemberontak anti-Rusia demi memperjuangkan keutuhan Chechnya.

Baca juga: Ukraina Sebut 20.000 Tentara Bayaran Segera Datang, Tapi Siapa Mereka?

Ramzan Kadyrov lahir pada 5 Oktober 1976. Dia adalah putra Akhmad Kadyrov, presiden pertama Chechnya yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Perang Chechnya, yakni perang melawan invasi Federasi Rusia.

Baca juga: Di Lokasi Rahasia, Presiden Ukraina Zelensky Mengaku Kecewa Berat pada Israel

Di mata Ramzan, sosok sang ayah menjadi idolanya sedari kecil. Ketika Uni Soviet terpecah pada awal 1990-an, Ramzan berusaha meniru jejak Akhmad dengan terlibat dalam kelompok pejuang separatis.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Yahudi, Mengapa Israel Ogah Menolong?

Namun, usai Perang Chechnya Kedua pada 1999, kelompok tersebut memutuskan mengubah haluan menjadi Pro-Moskow.

Ramzan memimpin pasukan milisi di bawah dukungan Keamanan Nasional Rusia dan menjadi Ketua Dinas Keamanan Kepresidenan.



Pada Mei 2004, terjadi satu ledakan di Stadium Dynamo Grozny saat berlangsung peringatan kekalahan Nazi di Perang Dunia II.

Ledakan tersebut menewaskan 10 orang, termasuk Presiden Akhmad Kadyrov. Mangkatnya sang ayah membuat Ramzan diberikan kekuasaan secara de facto untuk memerintah Chechnya.

Lalu ketika usianya 30 tahun, secara terhormat Putin menunjuknya menjadi Presiden Chechnya. Ramzan bahkan diberikan medali Pahlawan Rusia, gelar kehormatan tinggi di Rusia.

Ramzan dikenal sebagai muslim yang taat. Dia juga memiliki gaya hidup yang unik.

Ramzan memelihara kucing di kebun binatang pribadi, menggemari tari tradisional Chenchen, dan punya pistol berlapis emas.

Ia juga kerap membagikan hobi dan keunikannya itu dalam unggahan di Instagram. Sayangnya, sejak tahun 2020 akun Instagram milik orang nomor satu Chechnya itu tidak lagi bisa diakses karena diblokir Facebook atas sanksi dari Amerika Serikat, dilansir dari Radio Free Europe Radio Liberty.

Meskipun keluarga Kadyrov disegani masyarakat Rusia dan Chechnya, bukan berarti hal tersebut bisa menutupi reputasi Ramzan yang dinilai buruk oleh HAM.



Gaya kepemimpinannya kontroversional dan semena-mena. Pasukan militer pribadi milik Ramzan, Kadyrovtsy, dituding kerap melakukan penyiksaan, pembunuhan, dan penculikan.

Disadur dari BBC, Ramzan menjadi otak dari penembakan Natalia Estemirova, juru kampanye HAM Rusia yang mengkritik kediktatoran pada 2009, menembak mati jurnalis investigasi Anna Politkovskaya pada 2006, dan mantan penjaga Kadyrov Umar Israilov pada 2009 yang juga ditembak di Wina. Itulah informasi mengenai sosok Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya yang menjadi sekutu Vladimir Putin.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Berita Terkini
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved