Presiden Ukraina: Dihantam 8 Rudal Rusia, Bandara Vinnytsia Hancur Total!
Senin, 07 Maret 2022 - 09:53 WIB
loading...
Bandara di Vinnytsia, Ukraina, hancur diserang delapan rudal presisi tinggi Rusia pada hari Minggu. Foto/Screenshot Twitter @ua_parliament
A
A
A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan delapan rudal presisi tinggi Rusia telah menghantam bandara sipil di Vinnytsia pada hari Minggu. Menurutnya, bandara itu kini hancur total.
"Delapan roket...Bandara hancur total," kata Zelensky seperti dikutip dari The Moscow Times, Senin (7/3/2022).
Vinnytsia berada di wilayah barat Ukraina tengah. Itu berada jauh dari perbatasan Rusia dan Belarusia, wilayah di mana serangan seperti itu jarang terjadi.
"Vinnytsia kami yang damai, kota yang tidak pernah mengancam Rusia dengan cara apa pun," kata Zelensky.
Baca juga: Jenderal Rusia Umumkan Hampir Seluruh Pesawat Tempur Ukraina Sudah Dihancurkan
Zelensky mengatakan serangan itu brutal. Dia menuduh Rusia terus menghancurkan infrastruktur Ukraina.
Zelensky kembali meminta negara-negara Barat untuk segera memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina untuk mencegah lebih banyak serangan Rusia.
“Kami ulangi setiap hari: tutup langit di atas Ukraina! Dekat dengan semua rudal Rusia, dengan pesawat tempur Rusia, dengan semua teroris mereka," pintanya.
"Kalau tidak, jika Anda tidak memberi kami setidaknya sebuah pesawat sehingga kami dapat melindungi diri kami sendiri, hanya ada satu hal yang harus disimpulkan; Anda ingin kami dibunuh dengan pelan-pelan," katanya dalam video yang dikirim via Telegram.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah mengatakan bahwa jika semua sekutu setuju, memberlakukan zona larangan terbang sama saja dengan memicu konflik yang lebih dalam dengan Rusia.
"Jika kita melakukan itu, kita akan berakhir dengan sesuatu yang bisa berakhir dengan perang penuh di Eropa, yang melibatkan lebih banyak negara dan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia," kata Stoltenberg.
Stoltenberg mengatakan semua sekutu telah sepakat untuk memperkuat pencegahan dan pertahanan di darat, di udara dan di laut. Sekutu dari Amerika Utara dan Eropa telah mengirim ribuan pasukan lagi ke timur aliansi NATO.
"Kami akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan setiap inci wilayah NATO," katanya.
"NATO adalah Aliansi defensif. Tugas inti kami adalah menjaga keamanan tiga puluh negara kami," paparnya.
"Kami bukan bagian dari konflik ini. NATO tidak mencari perang dengan Rusia," imbuh dia.
"Delapan roket...Bandara hancur total," kata Zelensky seperti dikutip dari The Moscow Times, Senin (7/3/2022).
Vinnytsia berada di wilayah barat Ukraina tengah. Itu berada jauh dari perbatasan Rusia dan Belarusia, wilayah di mana serangan seperti itu jarang terjadi.
"Vinnytsia kami yang damai, kota yang tidak pernah mengancam Rusia dengan cara apa pun," kata Zelensky.
Baca juga: Jenderal Rusia Umumkan Hampir Seluruh Pesawat Tempur Ukraina Sudah Dihancurkan
Zelensky mengatakan serangan itu brutal. Dia menuduh Rusia terus menghancurkan infrastruktur Ukraina.
Zelensky kembali meminta negara-negara Barat untuk segera memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina untuk mencegah lebih banyak serangan Rusia.
“Kami ulangi setiap hari: tutup langit di atas Ukraina! Dekat dengan semua rudal Rusia, dengan pesawat tempur Rusia, dengan semua teroris mereka," pintanya.
"Kalau tidak, jika Anda tidak memberi kami setidaknya sebuah pesawat sehingga kami dapat melindungi diri kami sendiri, hanya ada satu hal yang harus disimpulkan; Anda ingin kami dibunuh dengan pelan-pelan," katanya dalam video yang dikirim via Telegram.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah mengatakan bahwa jika semua sekutu setuju, memberlakukan zona larangan terbang sama saja dengan memicu konflik yang lebih dalam dengan Rusia.
"Jika kita melakukan itu, kita akan berakhir dengan sesuatu yang bisa berakhir dengan perang penuh di Eropa, yang melibatkan lebih banyak negara dan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia," kata Stoltenberg.
Stoltenberg mengatakan semua sekutu telah sepakat untuk memperkuat pencegahan dan pertahanan di darat, di udara dan di laut. Sekutu dari Amerika Utara dan Eropa telah mengirim ribuan pasukan lagi ke timur aliansi NATO.
"Kami akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan setiap inci wilayah NATO," katanya.
"NATO adalah Aliansi defensif. Tugas inti kami adalah menjaga keamanan tiga puluh negara kami," paparnya.
"Kami bukan bagian dari konflik ini. NATO tidak mencari perang dengan Rusia," imbuh dia.
(min)
Lihat Juga :