Perang Terus Berkecamuk, China Desak Rusia-Ukraina Gelar Perundingan Langsung
Minggu, 06 Maret 2022 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada alternatif. Harus China, saya yakin itu," kata Borrell dalam wawancara dengan harian Spanyol El Mundo yang diterbitkan pada Jumat malam.
"Diplomasi tidak bisa hanya Eropa atau Amerika. Diplomasi China memiliki peran untuk dimainkan di sini," imbuhnya.
"Kami belum memintanya dan begitu juga mereka (China), tetapi karena itu harus menjadi kekuatan dan baik AS maupun Eropa tidak dapat menjadi (penengah), maka China yang bisa," ujarnya.
Borrell mengatakan "jelas" bahwa UE dan Amerika Serikat tidak dapat menengahi dan mengesampingkan menghidupkan kembali apa yang disebut format Normandia, kerangka kerja diplomatik empat arah yang melibatkan Rusia, Ukraina, Prancis, dan Jerman.
Baca juga: Di Lokasi Rahasia, Presiden Ukraina Zelensky Mengaku Kecewa Berat pada Israel
Hampir 1,37 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak awal invasi, menurut data terbaru PBB.
"Diplomasi tidak bisa hanya Eropa atau Amerika. Diplomasi China memiliki peran untuk dimainkan di sini," imbuhnya.
"Kami belum memintanya dan begitu juga mereka (China), tetapi karena itu harus menjadi kekuatan dan baik AS maupun Eropa tidak dapat menjadi (penengah), maka China yang bisa," ujarnya.
Borrell mengatakan "jelas" bahwa UE dan Amerika Serikat tidak dapat menengahi dan mengesampingkan menghidupkan kembali apa yang disebut format Normandia, kerangka kerja diplomatik empat arah yang melibatkan Rusia, Ukraina, Prancis, dan Jerman.
Baca juga: Di Lokasi Rahasia, Presiden Ukraina Zelensky Mengaku Kecewa Berat pada Israel
Hampir 1,37 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak awal invasi, menurut data terbaru PBB.
(ian)
Lihat Juga :