Dihajar Sanksi, Maskapai Terbesar Rusia Setop Semua Penerbangan Internasional

Minggu, 06 Maret 2022 - 05:01 WIB
loading...
Dihajar Sanksi, Maskapai...
Pesawat Airbus A320-200 milik maskapai Aeroflot lepas landas di Bandara Toulouse-Blagnac, Prancis, 26 September 2017. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Maskapai penerbangan terbesar Rusia, Aeroflot, akan menghentikan semua penerbangan internasionalnya, kecuali yang menuju Belarusia.

Langkah ini diambil sesuai rekomendasi dari pengawas penerbangan Rusia, Rosaviatsiya.

Rosaviatsiya meminta semua maskapai Rusia yang mengoperasikan pesawat sewaan asing untuk menghentikan penerbangan penumpang dan kargo ke luar negeri mulai 6 Maret, serta dari negara lain ke Rusia mulai 8 Maret.

Baca juga: Putin Blak-blakan Marah: Sanksi Anti-Rusia Sama dengan Deklarasi Perang!

“Aeroflot mengumumkan penangguhan sementara semua penerbangan internasional mulai 8 Maret (00:00 waktu Moskow) karena terjadinya keadaan tambahan yang menghambat pengoperasian penerbangan. Pembatalan ini juga berlaku untuk destinasi internasional dalam jadwal maskapai Rossiya dan Aurora,” papar pernyataan Aeroflot yang dirilis pada Sabtu (5/2/2022).

Baca juga: Kremlin Sesumbar Rusia Terlalu Besar untuk Diisolasi

Mulai 6 Maret, maskapai akan berhenti menerima penerbangan internasional penumpang yang memiliki tiket pulang-pergi dengan kembali ke Rusia setelah 8 Maret.

Baca juga: Negosiator Kiev-Moskow Tewas Ditembak, Diduga Dihabisi Agen Keamanan Ukraina

"Penumpang penerbangan internasional dengan tiket sekali jalan yang berangkat dari Federasi Rusia akan diterima untuk transportasi sampai penerbangan dihentikan," ungkap pernyataan itu.

Mereka yang memesan pada penerbangan internasional yang sekarang dibatalkan berhak atas pengembalian uang penuh.



Pesawat Aeroflot akan terus terbang ke dan dari Minsk, ibu kota Belarusia, dan melintasi Rusia.

Maskapai penerbangan Rusia lainnya, maskapai penerbangan murah Pobeda, mengumumkan mereka juga akan menangguhkan penerbangan internasional mulai 8 Maret.

Mengungkap rekomendasinya kepada maskapai penerbangan, Rosaviatsiya mengutip keputusan “tidak ramah” yang diambil oleh “sejumlah negara asing” terhadap sektor penerbangan sipil Rusia.

“Langkah-langkah yang diberlakukan telah mengakibatkan penangkapan atau penahanan pesawat-pesawat sewaan asing,” ungkap regulator Rusia itu.



Sanksi Barat mencakup beragam sektor ekonomi dan telah dijatuhkan sebagai tanggapan atas serangan militer Moskow di Ukraina.

Rusia menganggap serangannya perlu untuk "demiliterisasi" Ukraina dan melindungi keselamatannya sendiri, tetapi negara-negara Barat menganggapnya sebagai peluncuran perang yang melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved