Jurnalis Ukraina Bentak PM Inggris: Anda Tak Datang ke Kiev karena Takut Perang!

Rabu, 02 Maret 2022 - 05:30 WIB
loading...
Jurnalis Ukraina Bentak...
Jurnalis Ukraina Daria Kaleniuk bentak PM Inggris Boris Johnson karena Barat tak berbuat banyak menolong Ukraina dari invasi Rusia. Foto/Express.co.uk
A A A
WARSAWA - Seorang jurnalis perempuan asal Ukraina membentak Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson setelah frustrasi atas kurangnya tindakan Barat menolong Kiev dari invasi Rusia. PM Johnson bahkan disebut takut perang karena tak berani datang ke Kiev.

Jurnalis bernama Daria Kaleniuk awalnya memohon dengan emosional kepada Johnson untuk menerapkan zona larangan terbang di atas Ukraina. Namun, pemimpin Inggris itu menolak.

Johnson mengatakan dia tidak dapat menerapkan zona larangan terbang karena akan membuat Inggris dan NATO menembak jatuh pesawat Rusia—sebuah langkah yang menurut para ahli akan memicu reaksi dari Presiden Vladimir Putin yang akan mengarah pada Perang Dunia III.

Baca juga: Misteri Rusia Tak Gunakan Jet Tempur Canggih Gempur Ukraina, Ini Jawabannya

Kaleniuk, yang berasal dari Kiev tetapi melintasi perbatasan ke Polandia, mengatakan kepada Johnson tentang "ketakutan mendalam" yang dirasakan perempuan dan anak-anak Ukraina karena bom dan rudal yang berjatuhan dari langit.

"Anda datang ke Polandia, Anda tidak datang ke Kiev," katanya, seperti dikutip ITV, Rabu (2/3/2022)."Karena Anda takut, karena NATO tidak mau membela, karena NATO takut akan Perang Dunia III, tetapi itu sudah dimulai."

Kaleniuk, yang merupakan direktur eksekutif organisasi masyarakat sipil Anti-Corruption Action Centre, menambahkan: "Rakyat Ukraina mati-matian meminta hak untuk melindungi langit kami, kami meminta zona larangan terbang-apa alternatif untuk zona larangan terbang?"

Johnson menjawab: "Saya sangat sadar bahwa tidak cukup yang dapat kita lakukan, sebagai pemerintah Inggris, untuk membantu dengan cara yang Anda inginkan dan saya harus jujur tentang itu."

“Ketika Anda berbicara tentang zona larangan terbang, seperti yang saya katakan kepada (Presiden Ukraina) Volodymyr Zelensky beberapa kali, sayangnya implikasinya adalah Inggris akan terlibat dalam menembak jatuh pesawat Rusia, itu akan terlibat dalam pertempuran langsung dengan Rusia," katanya.

"Itu bukan sesuatu yang bisa kami lakukan atau yang kami bayangkan. Konsekuensinya akan sangat, sangat sulit untuk dikendalikan."

PM Johnson mengatakan kepada Kaleniuk bahwa dia yakin sanksi ekonominya berhasil, bahwa invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina ditakdirkan untuk gagal dan akan sangat sulit baginya untuk melanjutkan jalan yang dia jalani.

Tapi jurnalis itu mengkritisi sanksi Inggris, dengan mengatakan pemilik Chelsea FC Roman Abramovich tidak dikenai sanksi. "Dia di London, anak-anaknya tidak dalam pengeboman, anak-anaknya ada di London," ujarnya.

Berbicara setelah dia membuat permohonan emosionalnya untuk menegakkan zona larangan terbang, Kaleniuk mengatakan kepada wartawan bahwa tanpa zona larangan terbang, anak-anak Ukraina, rumah sakit Ukraina akan dihantam dengan rudal dan bom.

Dia menyerang keengganan Johnson untuk menegakkan zona larangan terbang, dengan mengatakan Inggris telah menjamin keamanan Ukraina setelah jatuhnya Uni Soviet."Dan sekarang perdana menteri Inggris datang ke Polandia dan mengatakan 'tidak mungkin, kita tidak bisa menyerang pesawat Rusia'," ujarnya.

"Ini adalah bayi dan anak-anak Ukraina yang sekarang menjamin keamanan bagi Barat, karena Barat takut."

Kaleniuk mengatakan sebagai sekutu Barat, Ukraina tahu segalanya akan terjadi. "Mereka tahu bahwa akan ada perang yang menghancurkan tapi tidak ada yang siap untuk itu," imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved