ICC Selidiki Dugaan Kejahatan Perang setelah Invasi Rusia ke Ukraina

Rabu, 02 Maret 2022 - 04:21 WIB
loading...
ICC Selidiki Dugaan...
Jaksa ICC membuka penyelidikan dugaan kejahatan perang setelah invasi Rusia ke Ukraina. Foto/Layanan Pers Departemen Polisi Ukraina
A A A
AMSTERDAM - Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Karim Khan mengatakan bahwa dia meluncurkan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang setelah invasi Rusia ke Ukraina .

"Hari ini saya ingin mengumumkan bahwa saya telah memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan atas situasi di Ukraina, secepat mungkin," kata Khan dalam sebuah pernyataan.

"Saya puas bahwa ada dasar yang masuk akal untuk percaya bahwa baik dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan di Ukraina sejak 2014," katanya lagi, seperti dikutip The Moscow Times, Selasa (1/3/2022).

“Mengingat perluasan konflik dalam beberapa hari terakhir, adalah niat saya bahwa penyelidikan ini juga akan mencakup setiap dugaan kejahatan baru yang termasuk dalam yurisdiksi kantor saya yang dilakukan oleh pihak mana pun dalam konflik di bagian mana pun di wilayah Ukraina," paparnya.

Baca juga: Ukraina Tunjukkan Tentara-tentara Rusia yang Ditangkap dan Dibunuh

Khan telah mengatakan pekan lalu bahwa ICC yang bermarkas di Den Haag telah menerima banyak pertanyaan sehubungan dengan kejahatan agresi, tetapi tidak dapat menggunakan yurisdiksi atas dugaan kejahatan tersebut karena baik Rusia maupun Ukraina tidak menandatangani Statuta Roma yang menjadi dasar pendirian ICC.

Kiev dan sekutunya pada hari Senin menyerukan penyelidikan PBB atas kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia selama aksi militernya di Ukraina.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB memilih pada hari Senin untuk menerima permintaan Ukraina untuk mengadakan sesi debat pada hari Kamis nanti tentang invasi Rusia. Sebuah rancangan resolusi Ukraina akan dipertimbangkan pada sesi debat.

Jaksa Khan mengatakan kantornya akan mencari dukungan dan dana dari 123 negara anggota ICC untuk penyelidikan. "Pentingnya dan urgensi misi kami terlalu serius untuk disandera karena kurangnya sarana," katanya.

Khan mengatakan penyelidikan akan menyelidiki dugaan pelanggaran sejak 2014, ketika Ukraina mengakui yurisdiksi pengadilan menyusul pencaplokan Crimea oleh Rusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved